Diterjemahkan otomatis

Menghadapi Ketakutan akan Hal yang Pasti

Assalamu'alaikum semua, Aku sudah lama berjuang melawan kecemasan mendalam tentang kematian sejak kecil, terutama saat aku benar-benar merenungkan fakta bahwa itu satu-satunya kepastian untuk kita semua. Aku dibesarkan sebagai Muslim, tapi di masa remaja, aku sedikit menjauh dan berhenti shalat untuk sementara waktu. Alhamdulillah, sekarang aku kembali menjalankan ibadah-aku mulai memakai hijab beberapa bulan lalu dan merasa lebih dekat dengan Allah, berusaha untuk memperbaiki diri. Tapi akhir-akhir ini, aku merasa terputus lagi, dan aku nggak yakin kenapa. Tapi itu bukan kekhawatiran utamaku; yang bikin aku takut adalah keraguan-keraguan ini mulai muncul, bikin aku bertanya-tanya apakah agama apa pun itu nyata atau cuma cara untuk mengatasi ide tentang kekosongan setelah mati. Aku tahu ada bukti yang mendukung Islam, dan bahwa Al-Qur'an dan Nabi Muhammad (SAW) meramalkan hal-hal yang kita lihat sekarang, tapi kadang rasanya terlalu sempurna. Aku masih belajar lebih banyak tentang imanku, mencoba memahami Al-Qur'an dalam bahasa Inggris dan Arab, tapi aku nggak bisa lepas dari ketakutan ini. Dadaku sesak, aku pusing, dan akhirnya nangis, takut aku nggak akan pernah bertemu lagi dengan orang-orang tercinta. Aku paham mungkin aku terlalu melekat pada dunia ini, tapi bukannya itu wajar? Iman aku terasa lemah, dan jujur, aku takut-serius takut. Tenggorokanku seperti tersumbat, dan aku jadi beku. Beberapa malam, aku terjaga karena takut aku bakal mati dalam tidur, bukan karena neraka, tapi karena aku khawatir cuma ada… kekosongan. Pikiran bahwa kematian nggak bisa dihindari benar-benar menakutkan. Dan kalau neraka itu nyata, aku takut aku mungkin akan berakhir di sana juga, merasa seperti aku belum cukup baik. Waktu kecil, aku pernah bangun sambil nangis ke ibu, takut mati, dan sekarang perasaan itu datang lagi sesekali. Aku mencoba tenang dan menghindari topik ini, tapi selalu muncul lagi. Aku tahu kedengarannya kontradiktif-percaya pada Allah tapi takut pada kekosongan-tapi aku bingung gimana memperbaiki ini atau menguatkan iman. Aku nggak mau berkhayal, cuma ingin menemukan ketenangan dan penerimaan. Saran atau wawasan apa pun bakal sangat berarti.

+125

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Keterikatan pada dunia adalah perjuangan bagi kita semua. Mungkin alihkan fokus dari takut mati menjadi mempersiapkannya dengan amal baik, sekecil apapun itu. Aku mendoakanmu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Wah, sepertinya aku yang bisa menulis ini. Melelahkan sekali. Mengirimkan pelukan besar untukmu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu itu sangat berani. Keraguan itu sendiri mungkin pertanda bahwa kau peduli sangat dalam. Kadang aku mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menenangkan saat rasa sesak itu datang-itu sedikit meredakan kepanikan.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ingat, fakta bahwa kamu berusaha dan mengenakan hijab itu sudah luar biasa! Allah adalah Al-Ghaffar, Maha Pengampun. Jangan biarkan syaitan menggunakan rasa takut untuk menjauhkanmu. Bicaralah dengan ulama tepercaya jika kamu bisa.

+5
Diterjemahkan otomatis

Aku juga begitu, ngeri kalau mikirin kehampaan. Gelombang kecemasan itu memang nyata. Coba mungkin, sister, fokus pada keindahan dalam rutinitas harianmu saja, bukan hanya soal-soal eksistensial besar itu. Langkah-langkah kecil membantu aku juga.

+3
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah rasanya, kak. Tolong ketahui kalau kamu nggak sendirian merasakan hal ini. Ini adalah ujian. Tetap berdoa, Allah tahu apa yang ada di dalam hatimu.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar