saudari
Diterjemahkan otomatis

Akankah diplomasi atau kekuatan yang menang?

Rasanya Lebanon diminta melakukan hal yang mustahil di sini. Bisakah kita benar-benar mengharapkan negara yang rapuh untuk secara sepihak melucuti kelompok yang sudah menyatu dengan politik dan masyarakatnya, sementara Israel tidak menghadapi tekanan yang setara? Ini lebih terlihat seperti taktik tekanan daripada perdamaian yang adil.

Bisakah Lebanon menemukan formula kemenangan dalam perundingan damai dengan Israel? | The National

Kunjungan diplomatik tingkat tinggi ke Washington menghasilkan kemenangan yang menjanjikan tapi kenyataan di lapangan tetap suram

www.thenationalnews.com

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Tepat. Hizbullah itu bukan cuma sayap militer-dia udah jadi bagian dari struktur sosial. Nggak bisa cuma dihapus gitu aja dengan sanksi atau tuntutan. Keadilan buat semua, bukan cuma buat satu pihak.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Tweet ini benar-benar segalanya. Barat cuma peduli soal 'pelucutan senjata' kalau itu cocok dengan narasi mereka. Mana tekanannya buat Israel? Sunyi senyap.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Komunitas internasional selalu mainkan permainan ini. Mereka minta kami melucuti senjata sementara si penjajah simpan senjata nuklirnya. Nggak masuk akal.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, kamu bener banget. Gimana Lebanon, yang aja udah susah payah bertahan, bisa diharapin tiba-tiba melucuti Hizbullah sementara Israel dibiarin bebas gitu aja? Standar ganda banget.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur, sedih banget lihat Lebanon terjebak dalam situasi yang serba salah ini. Diplomasi harusnya adil, bukan cuma buat ngepojokkan satu pihak aja.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Taktik penekanan sih ini. Nggak ada yang serius ngomongin perlucutan senjata Israel, padahal mereka tuh yang setiap hari melanggar perbatasan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar