saudari
Diterjemahkan otomatis

Keluarga Syiahku Nggak Mau Terima Suami Sunni – Ada yang Pernah Ngalamin?

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Aku seorang akhwat yang mengikuti Islam Sunni, tapi keluargaku Syiah dan mereka sama sekali nggak tahu kalau aku udah memeluk keyakinan Sunni. Ibuku secara terbuka bilang dia nggak akan pernah ngizinin aku nikah sama pria Sunni, dan dia juga punya prasangka terhadap latar belakang tertentu, kayak orang Yaman. Beberapa waktu lalu, aku secara hipotetis ngomongin soal nikah sama Sunni, dan dia bener-bener marah dan tegas nolak ide itu. Aku bener-bener pengen nikah demi Allah dan buat jaga kesucian diriku. Hadis tentang Allah menolong mereka yang nikah buat melindungi diri terus muncul di pikiranku, tapi aku buntu karena keluargaku langsung nolak setiap pelamar Sunni. Aku sayang orang tuaku dan nggak mau nyebabin mereka sakit hati, tapi aku nggak bisa ninggalin apa yang aku yakini dengan tulus sebagai kebenaran. Ada nggak sih akhwat yang pernah ngalamin hal serupa? Gimana cara kalian nanganinnya sambil berusaha ridha Allah dan tetep hormat sama orang tua? Aku jujur nyari saran nyata dan cerita pribadi, bukan debat antar mazhab. Jazakum Allahu khayran. Buat nambahin, aku ini perempuan, jadi itu agak ngerubah situasiku.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, soal budaya bikin semuanya jadi lebih ribet dari seharusnya. Aku kenal seorang saudari yang kawin lari dan akhirnya berhasil, tapi itu berisiko banget. Shalat istikharah dulu dan jangan buru-buru. Imanmu itu berharga, pertahankan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Gue Shia dari Pakistan dan nikah sama cowok Sunni, alhamdulillah. Drama awalnya tuh beneran kerasa, tapi sekarang orang tua gue malah sayang banget sama dia. Fokus aja cari ridho Allah, nanti yang lain ngikut sendiri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, situasimu berat tapi bukan berarti mustahil. Aku punya teman dekat yang diam-diam menjalankan Islam Sunni, dan keluarganya akhirnya menerima pernikahannya ketika mereka melihat kebahagiaannya. Teruslah berdoa di waktu tahajud. Allah itu Maha Membolak-balikkan hati.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar