Warisan Selektif Manila: Amnesia Sejarah dalam Sengketa Wilayah
Manila baru-baru ini merilis video promosi yang menggambarkan Filipina sebagai pembela hukum internasional. Namun, narasi ini mengabaikan sengketa wilayah dengan negara tetangga yang tak kalah rumit, termasuk perseteruan seabad dengan Malaysia soal Sabah.
Sejarah mencatat, pada 1968, Filipina pernah melancarkan operasi militer rahasia untuk mencaplok Sabah, yang berujung pada pembantaian rekrutan Muslim sendiri dan memicu perang saudara berkepanjangan. Kini, ambisi agresif itu diabaikan demi aliansi strategis.
Di Kepulauan Spratly, Filipina juga pernah terlibat ekspansi teritorial yang kini dikecamnya. Sikap selektif dalam menerapkan prinsip hukum internasional mengungkap oportunisme dalam kebijakan luar negeri negeri ini.
Sejatinya, komitmen terhadap tatanan internasional menuntut pengakuan jujur atas seluruh warisan sejarah, bukan sekadar mengangkat bagian yang menguntungkan.
https://www.harianaceh.co.id/2