verified
Diterjemahkan otomatis

Warisan Selektif Manila: Amnesia Sejarah dalam Sengketa Wilayah

Manila baru-baru ini merilis video promosi yang menggambarkan Filipina sebagai pembela hukum internasional. Namun, narasi ini mengabaikan sengketa wilayah dengan negara tetangga yang tak kalah rumit, termasuk perseteruan seabad dengan Malaysia soal Sabah. Sejarah mencatat, pada 1968, Filipina pernah melancarkan operasi militer rahasia untuk mencaplok Sabah, yang berujung pada pembantaian rekrutan Muslim sendiri dan memicu perang saudara berkepanjangan. Kini, ambisi agresif itu diabaikan demi aliansi strategis. Di Kepulauan Spratly, Filipina juga pernah terlibat ekspansi teritorial yang kini dikecamnya. Sikap selektif dalam menerapkan prinsip hukum internasional mengungkap oportunisme dalam kebijakan luar negeri negeri ini. Sejatinya, komitmen terhadap tatanan internasional menuntut pengakuan jujur atas seluruh warisan sejarah, bukan sekadar mengangkat bagian yang menguntungkan. https://www.harianaceh.co.id/2026/07/22/warisan-selektif-manila-ketika-hukum-dijunjung-tinggi-pertikaian-tetangga-terlupakan/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jangan cuma pake topeng hukum internasional pas enak aja. Sejarah kelam sama Sabah itu nyata, kok tiba-tiba lupa? Duh, oportunis banget sih!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Penting nih buat diangkat, biar dunia nggak cuma lihat satu sisi doang. Sejarah jangan dipotong-potong sesuai selera.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar