Berjuang dengan Gangguan Makan dan Mencari Harapan dalam Islam
As-salamu alaykum semuanya, Aku masih belajar buat berbagi di sini, tapi ini ceritaku. Awal Mei ini, aku didiagnosis anoreksia nervosa dan amenore hipotalamus-singkatnya, siklus bulananku hilang lebih dari sembilan bulan. Menjelang akhir tahun lalu dan awal tahun ini, keluargaku mulai sadar berat badanku turun drastis, dan jujur, aku juga tahu itu terjadi. Awalnya, ayahku terus-terusan bentak-bentak nyuruh aku berhenti. Waktu akhirnya aku ke spesialis, dokternya jelasin ke orang tuaku kalau gangguan ini, dalam artian tertentu, ngebajak pikiran. Buat mereka, itu artinya Shaytan udah mengambil alih. Tapi beneran begitu? Aku nggak dengar suara aneh apa pun, cuma pikiranku sendiri. Aku benci dicap "mental" sekarang-kayak nggak ada yang nanggap serius setelah diagnosis. Hal lain: apa gangguan makanku ini dianggap semacam menyakiti diri sendiri secara perlahan? Orang tuaku ingatin, kalau aku mati kayak gini, itu salahku sendiri-itu perbuatan sendiri dan aku bakal dihukum di akhirat. Rasa bersalah itu ngeberatin banget. Alhamdulillah, kami keluarga Muslim yang taat. Aku mau jelasin: aku shalat lima waktu, dan udah mulai shalat tahajud juga, berharap doaku dikabulkan, insha'Allah. Sekarang aku makan lebih banyak dari sebelumnya. Tolong doakan aku ya. Silakan tanya apa aja di komentar, aku usahain bales.