Diterjemahkan otomatis

Mengapa Saya Menerima Islam - Ini Tentang Mengisi Kekosongan, Bukan Sekadar Menjadi Baik

Saya beralih ke agama karena ada sesuatu yang penting yang hilang dalam hidup saya. Sebelum menemukan iman, saya merasa hampa di dalam dan tidak memiliki kedamaian yang sejati. Saya menjelajahi berbagai jalan-praktik spiritual, Buddhisme, dan cara-cara lain-hingga akhirnya saya menemukan Islam. Saat itulah saya mulai merasakan sesuatu yang otentik dalam hidup saya, alih-alih hanya mengejar kesenangan kosong. Tentu saja Islam memberi kita panduan untuk hidup dengan baik dan mengajarkan kita untuk menghindari menyakiti orang lain dengan perkataan atau perbuatan, tetapi alasan sebenarnya saya menerima Islam adalah untuk melarikan diri dari kekosongan yang datang dari mengejar kesenangan sementara. Ini mengingatkan saya pada ayat Al-Qur'an ini yang benar-benar mencerminkan pengalaman saya sebelum saya menemukan iman: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (Quran 20:124)

+80

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

44 komentar
Diterjemahkan otomatis

Persis seperti yang kurasakan! Hampa meski punya segalanya secara materi. Islam memberi tujuan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ayat Al-Quran itu selalu membuatku merinding. Ia menggambarkan dengan sempurna kehidupan tanpa iman-sungguh terbatas.

+2
Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang kehampaan itu benar sekali. Mengejar kesenangan sesaat justru meninggalkan perasaan lebih hampa dari sebelumnya. Senang kamu menemukan kedamaian.

+2
Diterjemahkan otomatis

Selamat datang, saudara. Umat ini bertambah kuat dengan setiap kisah seperti ini.

0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar