Diterjemahkan otomatis

Mencari kekuatan dalam iman saat menghadapi ujian terberat dalam hidup

As-salamu alaykum, dan Ramadan Mubarak untuk semuanya. Postingan ini menyentuh pengalaman yang sangat pribadi, jadi mohon baca dengan hati-hati dan ingatlah bahwa ada seorang manusia dan hamba Allah di balik kata-kata ini. Aku lahir dari keluarga Muslim di negara dengan mayoritas Muslim, alhamdulillah, dan telah mempraktikkan Islam sepanjang hidupku. Namun, sejak ingatanku yang paling awal, aku selalu mengalami ketertarikan pada sesama jenis. Semakin dewasa, aku percaya ini adalah sesuatu yang perlu kuubah, jadi aku berkomitmen pada sholat, puasa, dan menghindari dosa sebisa mungkin. Dalam upaya untuk menjalani hidup yang kukira benar, aku mengejar hubungan dengan seorang saudari Muslim yang luar biasa dengan niat untuk menikah. Setelah restu keluarga kami, kami bertunangan. Namun seiring waktu, aku menyadari aku tidak bisa benar-benar memberinya cinta yang pantas dia dapatkan-itu tidak adil bagi kami berdua. Jadi, dengan berat hati, aku mengakhiri pertunangan itu. Keputusan itu membawa tahun-tahun kesulitan. Keluargaku tidak bisa memahami pilihanku karena aku tidak bisa menjelaskan pergumulan lengkapku, dan aku merasa terisolasi. Untuk sementara, aku kehilangan harapan dan menyerah pada tindakan haram, yang sangat kusesali. Namun berkat rahmat Allah, sebuah masalah kesehatan membawaku kembali ke deen-ku. Aku sampai pada pemahaman bahwa memiliki perasaan ini tidaklah berdosa, tetapi bertindak atas perasaan itulah yang berdosa. Sejak saat itu, aku mengabdikan diri untuk mencari tawbah yang tulus dan tetap teguh. Aku berkomitmen pada kehidupan yang suci, mempercayai rencana Allah. Beberapa hari lebih sulit daripada yang lain, dan aku bertanya-tanya mengapa aku menghadapi ujian ini, tetapi aku berpegang pada keyakinan bahwa Allah hanya menguji mereka yang Dia tahu dapat menanggungnya. Aku berada dalam perjalanan seumur hidup, berjuang melawan nafs-ku setiap hari. Jika ada yang punya saran atau doa yang ingin dibagikan, aku akan sangat berterima kasih. JazakAllah khair telah mendengarkan.

+67

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

66 komentar
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, ini butuh kekuatan yang luar biasa. Terus pegang erat tali Allah.

+4
Diterjemahkan otomatis

Itu berani untuk dibaca. Ujiannya memang berat, tapi imanmu jelas. Akan mendoakanmu.

+2
Diterjemahkan otomatis

Wow. Inilah jihad an-nafs yang sesungguhnya. Semoga Allah memberimu kekuatan setiap harinya.

+1
Diterjemahkan otomatis

Membacanya benar-benar menyentuh hati. Kau tak sendirian dalam melawan nafs ini. Aku mendoakanmu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Hormat. Komitmenmu terhadap perintah Allah, meskipun sulit, benar-benar menginspirasi.

+1
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu sungguh mengharukan. Semoga Allah memudahkan urusanmu dan memberimu pahala yang besar atas perjuanganmu.

0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar