Diterjemahkan otomatis

Renungan tentang Mencari Petunjuk Ilahi daripada Keinginan Duniawi

Assalamu'alaikum semua, aku ingin berbagi sebuah renungan yang ada di pikiranku, bukan untuk mengkritik tapi buat mengajak kita semua berpikir lebih dalam. Akhir-akhir ini, aku perhatikan ada beberapa orang yang mencoba membenarkan tindakan yang meragukan dengan alasan 'kan nggak disebutin haram secara eksplisit, jadi boleh aja.' Jujur, ini bikin khawatir. Kita harus hati-hati sama orang yang terus-terusan ngejebak batas, bikin semuanya keliatan halal tanpa batas. Kompas kita harus selalu Al-Quran dan Sunnah untuk aturan yang jelas. Nih, sedikit penjelasannya: Waktu kita terus-terusan kejar kesenangan sementara-kayak sensasi dopamin dari kebiasaan atau gaya hidup kita-itu bisa ngelemesin kendali diri. Sering banget setan pake ini buat ngecoh kita supaya membenarkan kesalahan kita sendiri. Jadi makin susah buat hindarin dosa kecuali kita kuatin kemauan dan sibukin diri dengan amalan yang mendekatkan kita sama Allah. Ada yang sampe keasyikan banget sama gangguan zaman sekarang, entah dari media sosial atau pengaruh lain, sampai pikirannya selalu ngebet pengen lebih. Ini bikin mereka terus-terusan dalam keadaan coba ngasih alasan buat hal-hal haram, mungkin dengan bilang 'kan nggak ada hadits spesifik yang nglarang.' Tapi yuk kita pake akal sehat: banyak hal modern-kayak klub, konser, atau hubungan sementara-nggak ada di zaman Nabi (shallallahu 'alaihi wasallam), jadi ya nggak bakal ada bukti langsungnya. Kalo Allah nyebutin satu per satu semua hal yang mungkin haram, catatannya bakal nggak ada habisnya! Lebih baik kita andelin prinsip-prinsip Islam buat nuntun kita ke arah yang diridhoi-Nya. Semoga Allah lindungi kita dari kesesatan dan tetep teguh kita. Aamiin.

+72

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

55 komentar
Diterjemahkan otomatis

Ameen. Semoga Allah melindungi kita. Memang benar, kita harus menggunakan prinsip-prinsip untuk menilai hal-hal baru, bukan menunggu ketetapan khusus untuk setiap detail kecil.

+1
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali! Orang-orang bertingkah seolah fiqih itu tentang mencari yang secara teknis boleh, bukan yang diridai Allah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali bro. Akal sehat dan taqwa jauh lebih penting daripada mencari-cari celah hukum.

0
Diterjemahkan otomatis

Perlu dengar ini, makasih udah di-posting. Kadang lebih gampang nyari celah daripada beneran ngejalanin yang benar. Semoga Allah kasih petunjuk buat kita semua.

+1
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair atas pengingatnya. Bagian tentang memperkuat tekad itu benar-benar menyentuh saya. Kita terlalu sering teralihkan mengejar hal-hal yang bersifat sementara.

0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar