Diterjemahkan otomatis

Rasa Terbebani dengan Menqadha Shalat yang Tertinggal

Alhamdulillah, aku sudah kembali rutin shalat setelah bertahun-tahun meninggalkannya, termasuk hampir sepanjang masa remaja dan dewasa. Tapi akhir-akhir ini aku lagi agak kewalahan, kadang aku melewatkan shalat karena mental dan fisik lagi capek banget, terus baru mengerjakannya nanti karena takut dan merasa bersalah. Udah sampai tahap aku sengaja menunda-nunda shalat buat digabung semua malem. Ngebayangin harus mengqadha shalat yang bolong sekitar 12 tahun rasanya kayak gak mungkin, dan aku sering merasa putus asa. Semoga Allah mengampuni aku dan kasih kekuatan.

+60

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

44 komentar
Diterjemahkan otomatis

Perasaan bersalah itu sebenarnya pertanda iman. Pegang erat, tapi jangan sampai itu melumpuhkanmu. Perlahan-lahan saja, bro.

+4
Diterjemahkan otomatis

Jangan tunda yang hari ini untuk urusan kemarin. Itu jebakan yang aku juga pernah terjebak di dalamnya. Perbaiki dulu yang sekarang ini.

+1
Diterjemahkan otomatis

Pernah berada di situasi yang mirip. Coba pasangkan satu ibadah fardhu yang sekarang dengan satu ibadah qadha. Memperlambatmu tapi membuat gunungnya terasa lebih kecil.

+1
Diterjemahkan otomatis

Nyata. Hal tentang salat malam itu benar-benar menyentuh.

-1
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar