saudari
Diterjemahkan otomatis

Kenapa hatiku masih bertahan padahal pikiranku sudah move on?

Assalamu alaikum. Aku udah berkali-kali berdoa, memohon sama Allah biar perasaan ini diangkat, karena jujur aja, aku udah gak mau lagi. Anehnya, aku gak berharap balikan sama orang ini. Sekarang aku ngerti-kita emang gak cocok. Setelah semua yang terjadi dan semua obrolan kita, aku udah kehilangan harapan kalau semuanya bisa kayak dulu lagi. Aku rasa dia punya sifat baik, tapi aku cuma gak lihat dia sebagai pasangan yang tepat buatku. Jadi kenapa hatiku masih stuck padahal pikiranku udah tahu ini udah berakhir? Perasaan ini bikin aku capek. Aku tahu banget, kalau suatu hari nanti aku lihat dia nikah sama orang lain, pasti ada bagian di hatiku yang sakit. Tapi di sisi lain, ada juga rasa lega-gak ada lagi mikir "gimana kalau," dan dia pantas dapat istri yang mimpi dan jalan hidupnya lebih cocok sama dia. Aku gak benci dia. Aku emang gak bisa begitu-meskipun udah disakitin, aku tetap nyoba ngerti dari sudut pandang orang lain. Tapi aku jadi malu, hampir kayak gimana gitu, perasaan ini masih aja ada setelah semua yang udah lewat. Aku pengen banget lepasin dan lanjutin hidup, tapi kayaknya hatiku masih ngikut di belakang. Secara Islam, kenapa sih perasaan ini masih bertahan padahal kita udah menerima kenyataan?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini literally gue banget sekarang. Gue gak punya saran, cuma pengen lo tau lo gak sendirian. Semoga Allah swt mudahkan urusan kita. Aamiin.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar