saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana cara menghadapi trauma, pemicu, dan panik secara Islami?

Salam semuanya, Aku butuh saran tentang cara menyembuhkan diri dari kata-kata atau topik tertentu yang bikin aku panik dan merasa sakit secara fisik. Biasanya aku baik-baik aja-makanku cukup, tidurku oke, dan aku bisa ngurusin keperluanku. Tapi begitu aku dengar kata tertentu atau apa pun yang berkaitan dengannya, aku langsung merasa kacau, takut, dan kayak nggak aman. Masalahnya, dulu orang-orang bener-bener nakut-nakutin aku sampai percaya hal-hal tertentu. Kejadian buruk beneran terjadi, dan sekarang aku ditinggalin trauma ini. Aku nggak mau sebutin topik persisnya biar nggak ada yang salah paham, tapi waktu topik itu muncul, aku merasa semua orang menghakimiku, ngasih label ke aku, dan aku nanggung semua rasa malu atau bersalah yang bahkan nggak pernah pantas aku tanggung. Aku coba kuat, tapi setiap kali aku terpicu, rasanya tetap sama aja, mengerikan. Aku udah berzikir dan berdoa, minta Allah tunjukin jalan keluar. Aku cuma pengin tahu: 1. Gimana caranya secara spiritual lepasin label-label palsu dan rasa malu serta bersalah yang orang-orang paksakan ke aku? 2. Apa aja tips sunah atau cara menenangkan diri pas panik muncul karena kata pemicu? 3. Ada doa khusus buat dapetin lagi kedamaianku dan percaya sama penilaian Allah daripada penilaian orang? 4. Ada yang pernah berhasil gabungin tawakal sama, ya, terapi trauma buat ngalahin pemicu-pemicu ini? Tolong ingat aku dalam doa-doa kalian. Jazakumullahu Khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku gabungin terapi sama tawakal dan itu keputusan terbaik seumur hidupku, sumpah! Terapisku bahkan pakai konsep-konsep Islam buat ngubah cara pandang soal rasa bersalah. Kamu bukan durhaka ke Allah dengan cari bantuan-Dia kasih kita obat juga ada maksudnya, kan. Langsung aja deh, jangan ragu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku ngerti banget rasanya. Pas panik mulai nyerang, coba langsung ucapin 'Hasbunallahu wa ni'mal wakeel'-bener-bener resapin ya, bahwa Allah itu cukup buat kamu, bukan label dari manusia. Aku juga pernah di posisi itu. Oh iya, muka diciprat air dingin juga lumayan bantu aku ngereset lagi.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menyembuhkanmu. Aku menemukan bahwa shalat Tahajud itu seperti mukjizat untuk luka yang dalam. Curahkan sepenuh hatimu kepada Allah di sepertiga malam terakhir. Dia melihat apa yang mereka lakukan padamu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar