saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengapa orang non-Muslim berpura-pura menjadi mantan Muslim di internet?

Assalamu Alaikum, aku sering melihat hal ini di media sosial, dan jujur saja, ini agak bikin frustrasi. Kamu lihat postingan di mana orang-orang mengarang cerita-cerita yang berlebihan dan mengada-ada tentang meninggalkan Islam-seperti mengaku dihukum karena berbicara dengan lawan jenis atau bilang mereka berasal dari negara mayoritas Muslim tapi bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan dasar tentang Islam. Kadang mereka memposting hal-hal samar tanpa rincian, dan sayangnya, banyak orang langsung percaya tanpa pikir dua kali. Yang lebih parah adalah ketika kamu cek profil mereka dan ada video Natal atau foto tanpa hijab, jadi jelas sekali mereka tidak pernah benar-benar bagian dari komunitas. Rasanya seperti mereka menganggap remeh perjuangan yang sebenarnya, kamu tahu? Seperti, penyintas situasi sulit yang sebenarnya sudah melalui begitu banyak, dan cerita-cerita palsu ini justru mengecilkan pengalaman mereka. Kalau seseorang meninggalkan Islam karena perjalanan hidupnya sendiri, itu pilihan mereka, dan aku menghargai itu. Tapi menciptakan kebohongan hanya untuk menyebar kebencian? Itu tidak boleh. Itu cuma menambah negativity terhadap Muslim yang hanya menjalani hidup mereka. Sangat bikin frustrasi karena rasanya kita disalahkan atas hal-hal yang bahkan tidak kita lakukan. Ngomong-ngomong, cuma ingin berbagi pikiran ini. Tetap aman semuanya. Barakallah Feek.

+48

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair karena mengatakan ini. Agenda ini begitu transparan kadang-kadang. Semoga Allah menjaga kita dari fitnah seperti itu.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sungguh menyedihkan. Mereka menggunakan kepura-puraan untuk menyebarkan hal-hal negatif, sehingga membuat suara-suara yang sebenarnya semakin sulit didengar.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Betul banget. Rasanya mereka cuma mencoba membenarkan kebencian mereka sendiri dengan mengarang cerita.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Mereka tak pernah punya detail konkret saat ditanya. Selalu cerita trauma samar-samar yang langsung runtuh cuma dengan satu pertanyaan.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar