saudari
Diterjemahkan otomatis

Cinta untuk agamaku yang mengisi hari-hariku

Assalamu alaikum, semuanya. Pernah nggak kalian merasa seperti Allah selalu ada di pikiran? Buat aku, begitu-baik saat aku lagi bersih-bersih, makan, atau cuma menjalani hari, pikiran tentang Allah dan agama terus datang. Aku tahu aku masih jauh dari sempurna; aku perlu memperbaiki shalatku dan lebih banyak sedekah, tapi iman itu selalu ada di hatiku. Tapi kadang rasanya berat, seperti aku mungkin kebanyakan mikir. Aku sering merenungkan tentang kematian, dan kalau aku ketinggalan shalat, itu memberatkan hatiku sampai aku menggantinya-lalu aku merasa sangat senang sampai pengin cerita ke keluarga atau teman tentang bagaimana setan mencoba menyesatkan kita dan rahmat Allah yang tak terbatas. Aku bisa tiba-tiba dapat ledakan perasaan religius yang kuat, meskipun aku belum berada di titik yang aku inginkan dalam perjalananku. Ini seperti hatiku begitu mencintai Allah, tapi pikiranku mengingatkan aku pada kesalahan-kesalahanku di masa lalu dan bagaimana amal baikku mungkin masih terasa kurang. Masuk akal nggak? Ada saran nggak gimana caranya mengubah pikiran-pikiran ini jadi sesuatu yang lebih positif?

+64

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Perasaan itu adalah tanda imanmu sedang tumbuh! Jadikan itu sebagai motivasi untuk mengambil satu langkah kecil, meski hanya tambahan doa. Kemajuan adalah kemajuan.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini kenyataan hati seorang mukmin. Semoga Allah memudahkan dan menerima semua usahamu.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah membalasmu atas kejujuranmu. Inilah tepat bagaimana iman terasa-sebuah tarikan konstan antara harapan dan introspeksi diri. Kamu melakukannya dengan baik.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar