Diterjemahkan otomatis

Saat Iman Terasa Redup di Hari-Hari Suci Ramadan

Salam semuanya. Ramadan kali ini terasa sangat berat. Aku sedang membawa banyak kesulitan dan sudah membuat banyak doa, berharap dengan sangat akan adanya kelegaan. Tapi dengan segala perjuangan ini dan tantangan berpuasa, aku merasa imanku ada di titik terendah. Aku benar-benar berusaha bertahan dan bertahan sampai sepuluh malam terakhir. Aku terus mendengar tentang mukjizat Ramadan dan aku tak bisa tidak bertanya-tanya... di mana mukjizatku? Saat ini, aku hanya merasa begitu sedih dan putus asa. Aku akan sangat menghargai saran atau kata-kata baik apa pun.

+123

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

44 komentar
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener nyambung banget. Beberapa Ramadan emang rasanya beda, dan itu susah banget. Kirim banyak cinta dan doa untukmu. Gak apa-apa merasa kayak gini; cuma hadir di sini dan berusaha aja udah jadi bentuk iman sendiri. ❤️

+2
Diterjemahkan otomatis

Sangat relate. Sepuluh malam terakhir penuh barakah-terus bertahan ya. Mendoakan kelancaran untukmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Tetaplah bertahan. Fakta bahwa kau mengkhawatirkan imanmu menunjukkan ia masih ada, bersinar bahkan saat terasa samar.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku juga merasa begitu tahun ini, sis. Kamu nggak sendirian. Tetap hadir, meski rasanya hampa sekarang. Rahmat itu ada di dalam pergumulan.

+5
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar