Merenungi Tanda-tanda yang Menuntunku ke Islam
Assalamu Alaikum semuanya, Belakangan ini, aku sering mikirin betapa luar biasanya perjalananku masuk Islam, dan aku pengin banget dengar pengalaman kalian juga. Ini cerita bagaimana aku menemukan imanku. Aku sekarang 25 tahun, dan semuanya mulai waktu aku umur 12. Teman dekatku di sekolah orang Turki, dan dia yang mengenalkan aku pada Ramadan. Aku kaget banget waktu tahu mereka nggak minum air seharian-rasanya kayak culture shock gitu, tapi itu bikin aku penasaran banget. Terus, aku masuk sekolah Katolik, tapi waktu itu aku sebenernya nggak percaya Tuhan atau hal-hal yang lebih besar. Waktu umur 16, aku mulai tertarik sama manifestation. Aku pengin banget nikah suatu hari nanti, jadi aku fokusin energi ke situ. Anehnya, seminggu kemudian, aku ketemu orang spesial yang akhirnya kunikahi-ternyata kami sekelas selama ini! Hubungan kami nggak bertahan lama, tapi pengalaman itu bikin aku ngerasa kayak ada kekuatan yang lebih tinggi di luar sana. Hidup jadi sulit lagi, dan aku merasa sangat terpuruk. Aku masih suka sama manifestation, dan suatu malam, aku putus asa banget sampai mulai berdoa ke Tuhan. Aku berdoa dengan cara Katolik karena cuma itu yang aku tahu, bilang, "Tuhan, aku nggak peduli kamu dipanggil Tuhan atau Allah atau alam semesta, tolong kasih aku perubahan." Besoknya, iPadku nyala semalaman dengan email terbuka, dan pas aku cek pagi-pagi, ada tawaran kerja di kota lain. Aku langsung terima, dan malam itu juga aku mulai baca Quran. Aku bingung sekali, jadi aku minta petunjuk pada Tuhan. Sebagian diriku mikir aku harus tetap sama Katolik soalnya aku dibesarkan di situ dan almarhum kakek-nenekku mungkin nggak setuju kalau aku pindah. Aku pesan Alkitab untuk dibaca lagi. Waktu sampai, aku mau cuci tangan dulu sebelum buka, tiba-tiba aja kaca cermin kamar mandi pecah berantakan. Aku kaget banget sampai nangis. Malam itu, aku berdoa pada Allah dan janji bakal dedikasikan hidupku untuk-Nya. Besoknya, tiba-tiba aku terima 500€ dari sumber yang nggak terduga. Aku masih belum yakin apakah ini jalan yang benar buatku. Dengan semua pandangan negatif terhadap Muslim di Jerman belakangan ini, aku mulai ragu lagi. Suatu hari, aku minta asisten AI jelasin perbedaan antara Kristen, Islam, dan Yahudi, dan semuanya langsung klik. Aku tahu-aku seorang Muslim. Waktu itu hari Minggu Paskah, dan aku minta tanda pada Tuhan. Besoknya, Paus Fransiskus meninggal. Aku tahu kedengarannya nggak masuk akal dan mungkin agak aneh, tapi pas baca beritanya, aku nggak bisa nahan tangis. Hari itu juga, aku ucapkan Syahadat sendiri dan ngerasa dingin yang dalam merambat di seluruh tubuhku. Sekitar waktu itu, teman dekatku butuh tempat tinggal baru dengan mendesak, jadi aku doakan mereka. Besoknya, mereka nemu apartemen baru. Hanya dalam sekitar setahun, seluruh hidupku berubah. Aku masih takjub sama semua ini. Mungkin ceritaku bikin kalian tersenyum dan sedikit menguatkan iman kalian. Jazakallah Khair sudah membaca.