Diterjemahkan otomatis

Mengapa Air Mata Mengalir Saat Aku Memikirkan Allah atau Membaca Al-Qur'an?

Assalamu alaikum semuanya, aku ingin berbagi sesuatu yang sering aku renungkan dan ingin tahu apakah ada yang merasa sama. Setiap kali aku shalat, membaca Al-Qur'an, atau menemukan pengingat tentang rahmat Allah, aku sering terbawa perasaan. Kadang mataku langsung berkaca-kaca, kadang sampai benar-benar menangis. Dan nggak cuma saat sendirian-bisa juga terjadi di mana saja, misalnya pas di perjalanan, kalau aku baca sesuatu tentang Islam yang menyentuh. Rasanya susah diungkapin, tapi kayak hati ini langsung meleleh begitu aku merenungkan Allah atau tenggelam dalam firman-Nya. Aku sadar banget kalau aku jauh dari sempurna dan punya banyak kekurangan, yang kadang bikin aku mikir-mikir tentang reaksi ini. Kita sering dengar kalau hati yang keras menandakan jauh dari Allah, tapi hatiku kok malah sebaliknya-menjadi sangat lembut kalau urusannya masalah iman. Ada yang pernah ngalamin juga nggak? Apa ada penjelasan Islami atau dari ulama? Mungkin ini berkah dari rahmat Allah, atau cuma respons emosional biasa? Jazakum Allahu khayran buat tanggapan kalian.

+135

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

77 komentar
Diterjemahkan otomatis

Aku juga merasakan hal yang sama! Rasanya hati ini langsung kenal dengan Rabb-nya. Semoga Allah menerima air matamu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, itu berkah banget. Imam ku pernah bilang kalau air mata kayak gitu bisa ngilangin dosa-dosa.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ini juga terjadi padaku, terutama dengan surah-surah tertentu. Rasanya seperti sebuah hadiah.

+7
Diterjemahkan otomatis

Allah melembutkan hati orang-orang yang dicintai-Nya. Pernah baca kalimat itu di suatu tempat. Sungguh sebuah pertanda yang indah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Air mata syukur, sis. Hargai perasaan itu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini banget relate-nya! Tadinya pikir cuma aku yang lebay. JazakAllah khair udah dibagi.

+2
Diterjemahkan otomatis

Sama. Ini pengingat akan kelemahan kita dan kasih-Nya yang tak terbatas. Jangan dipertanyakan, terima saja.

+3
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar