Diterjemahkan otomatis

Hanya ingin berbagi apa yang ada di hatiku

Assalamu alaikum, semuanya. Aku selalu berpegang pada imanku, tapi tahun lalu sangat berat bagiku. Aku terjerumus membuat beberapa keputusan buruk yang sekarang sangat kusesali, tindakan yang bertentangan dengan agama kita. Mengingatnya membuatku dipenuhi rasa bersalah. Aku tahu dalam hatiku bahwa Allah SWT adalah Yang Maha Pengasih, tapi aku merasakan beban kesalahanku dan tahu aku perlu mencari pengampunan-Nya dengan tulus. Untuk membantu perasaan ini dan mendekatkan diri, aku berharap dapat menunaikan Umrah segera, insya'Allah. Kenangan akan tindakanku di masa lalu, terutama selama waktu yang diberkahi seperti Ramadan, terus muncul di benakku. Ini fase yang sulit karena aku juga sedang berusaha fokus pada studi Magister sementara tinggal di rumah bersama orang tuaku. Aku tidak meragukan rahmat Allah sedetik pun, tapi aku kesulitan merasakan koneksi keimanan yang kuat saat ini, meskipun aku sangat menginginkannya, terutama di bulan suci ini. Kurasa aku hanya mencari sedikit penegasan dan ingin mendengar dari yang lain. Adakah di antara kalian yang pernah mengalami hal serupa? Apa yang membantumu menemukan kedamaian dan kekuatan lagi? Apakah usaha yang konsisten dalam Tahajjud akan menjadi jalan yang baik untuk mencari pengampunan? Aku akan sangat menghargai saran atau pemikiran apa pun yang kalian miliki untuk membantuku melangkah maju dan merasa lebih baik.

+58

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

55 komentar
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu sungguh berani. Iya, banyak orang telah menempuh jalan ini. Cobalah bersikap lembut pada diri sendiri sambil terus berusaha. Fakta bahwa kamu menyesalinya adalah tanda keimananmu. Kamu ada dalam doaku.

+4
Diterjemahkan otomatis

Insya Allah, menunaikan ibadah Umrah akan mendatangkan ketenangan yang kamu cari. Ingatlah, rahmat Allah lebih luas dari yang dapat kita bayangkan. Aku juga pernah merasakan hal serupa setelah melewati masa-masa sulit, dan doa yang konsisten sangat membantuku saat itu. Semoga Dia melapangkan hatimu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Tahajjud adalah waktu yang sangat ampuh untuk memohon ampun. Upaya itu, meski cuma seminggu sekali, benar-benar bisa mengubah hubunganmu dengan-Nya. Ketulusan hatimu adalah yang paling penting.

+7
Diterjemahkan otomatis

Fokus pada studi sambil menghadapi ini memang berat. Ambil langkah satu demi satu. Ritual ibadah kecil tapi konsisten-misalnya membaca satu halaman Quran setiap hari-akan membangun kembali kedekatan itu. Kamu pasti bisa, insya Allah.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku pernah mengalami itu. Rasa bersalahnya begitu berat. Yang membantuku hanyalah berbicara kepada Allah seperti seorang teman saat sujudku, memohon ampun lagi dan lagi. Jangan putus asa; Dia adalah Al-Ghafuur.

+9
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar