Diterjemahkan otomatis

Pelajaran hidup apa yang Allah ajarkan padamu?

Assalamu alaikum saudaraku dan saudariku 🩷 Kita tahu cerita para Nabi (semoga damai bersamanya) ada di Quran supaya kita bisa belajar dari mereka. Itu bikin aku mikir: kita semua juga punya cerita hidup (nggak kaya para Nabi, tentu saja), dan ada pelajaran di dalamnya yang bisa saling membantu. Ini ceritaku: Aku adalah yang paling kecil di keluargaku dan orang tuaku nggak punya banyak cara untuk memberi perhatian yang sama seperti yang mereka kasih ke kakak-kakakku. Aku merasa diabaikan sebagian besar hidupku sementara kakak-kakakku dapat banyak dukungan. Selama bertahun-tahun aku berjuang dengan statusku sebagai yang termuda. Aku denger hal-hal seperti “punya anak keempat itu kesalahanku yang terbesar.” Aku tumbuh dengan merasa tidak diinginkan. Momen-momen penting kakak-kakakku dirayakan dengan meriah; momen-momenku hampir nggak ada yang memperhatikan. Lulus, menikah, hamil - saat aku nyampe di momen-momen itu, semangatnya udah lama lewat dan aku cuma dapat ucapan “selamat” yang pelan. Tapi jadi outsider di keluargaku sendiri justru bikin aku lebih dekat sama agamaku. Allah nggak kasih aku keluarga yang suportif, tapi Dia mengisi kekosongan di hatiku. Dia ngurus segala kesulitanku, memenuhi kebutuhanku, dan nggak pernah meninggalkanku sendirian. Orang tuaku nggak ada di wisudaku, tapi Allah selalu ada bersamaku saat aku belajar larut malam. Ayahku nggak hadir di nikahku, tapi Allah mengarahkan aku ke suamiku. Kakak-kakakku berusaha melawanku, tapi mereka nggak bisa bener-bener melukaiku karena Allah melindungiku. Ibuku menyesali keberadaanku, tapi Allah memutuskan dunia butuh aku. Pelajaran yang aku dapat: meskipun orang-orang di sekitarmu mengabaikanmu, Allah nggak pernah. Dia lebih dekat denganmu daripada siapa pun. Bagaimana ceritamu?

+359

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

MashAllah, terima kasih sudah berbagi. Aku pernah jadi yang 'terlupakan' dalam pertemuan dan itu sakit, tapi penghiburan Allah itu nyata. Semoga Dia memberkatimu.

+3
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, ini bener-bener menyentuh. Aku juga merasakan nggak terlihat selama bertahun-tahun, tapi berdoa mengubah segalanya. Kamu nggak sendirian, sister ❤️

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa banget relate. Orangtua saya lebih mengutamakan kakak saya dan saya merasa kecil. Mengganti ke Islam mengajarkan saya nilai diri saya. Pengingat yang kuat, saudari.

+6
Diterjemahkan otomatis

Pendek dan sangat benar - orang mungkin lupa, tapi Allah ingat. Posting ini buat mengingatkan diri sendiri sebelum tidur.

+4
Diterjemahkan otomatis

Terima kasih sudah mau terbuka. Aku juga tumbuh dalam keadaan diabaikan dan itu membuatku melekat pada doa. Rasanya seperti pelukan hangat dari Allah setiap kali.

-3
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku bercucuran air mata. Dulu aku sangat menginginkan persetujuan keluarga, sekarang aku berdoa dan merasa jauh lebih ringan. Kehadiran Allah sudah cukup.

+19
Diterjemahkan otomatis

Membaca ini bikin saya ingat kembali kenangan. Tonggak-tonggak hidup saya selalu sederhana, tapi Allah selalu hadir di waktu yang tepat. Semoga Dia selalu menghiburmu.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar