saudari
Diterjemahkan otomatis

Menjadi Satu-Satunya Hijabi di Keluarga Pakistaniku Membuatku Khawatir Tentang Masa Depanku

As-salamu alaykum semuanya. Aku mulai berhijab tiga tahun lalu saat aku duduk di kelas 9, dan sekarang aku sebentar lagi lulus SMA. Di seluruh keluarga Pakistaniku, aku satu-satunya cewek yang memakainya. Selama bertahun-tahun ini, keluargaku sudah coba membujukku untuk melepasnya, dan aku menghadapi banyak kritik tentang cara aku mengenakannya, tapi alhamdulillah, hijab sudah jadi bagian dariku. Setiap hal negatif justru bikin aku makin kuat, dan rasanya hangat banget saat ada sesama muslimah yang mendekatiku bilang aku menginspirasi mereka untuk berhijab juga-itu bikin aku senang banget. Tapi akhir-akhir ini, aku nggak tahu kenapa. Aku mulai ngerasa kayak aku cuma tetap pakai hijab karena tekanan dari mereka yang mengagumiku atau takut dihakimi kalau aku melepasnya. Aku juga lagi berjuang soal keinginan untuk diperhatikan, meski aku selalu menundukkan pandangan di depan laki-laki non-mahram dan menghindari ngobrol sama mereka. Pas liat temen-temen cewekku dapat perhatian, aku nggak bisa nahan berharap bisa di posisi mereka, padahal aku tahu itu salah. Ada juga cowok yang benar-benar aku suka; aku berhenti ngobrol sama dia setelah berhijab, tapi kadang aku berandai-andai aja seandainya nggak, supaya bisa interaksi sama dia dan mungkin disukai. Ini bikin aku ngerasa kayak nggak ada yang akan bisa mencintaiku dengan hijab dan aku nggak akan pernah menikah, soalnya aku belum pernah liat hijabi menikah sama cowok yang dicintainya. Aku sering nggak sengaja nyari di internet hal-hal kayak 'apakah aku akan pernah menikah sama orang yang aku inginkan sebagai hijabi?' Apa ini konyol? Cuma perasaanku aja sih, dan itu ganggu banget. Aku nggak pernah mau pacaran atau menarik perhatian yang salah-aku cuma pengen dicintai suatu hari nanti juga, insya'Allah. Soal kesopanan juga jadi lebih susah buatku. Aku masih nutup semua rambut dan kulit, tapi seringnya aku pengen sedikit nunjukin dan ngerasa cantik. Ditambah lagi, pake hijab kadang bikin aku ngerasa dihakimi di sini di Pakistan, di mana beberapa orang lihatnya sebagai 'paindu' alias terlalu tradisional. AKU TAU ini gila kalau biarin ketakutan-ketakutan ini mengalahkan kepercayaanku pada Allah, tapi aku nggak bisa nahan! Aku nggak tahu gimana caranya ngerasa percaya diri dan berhenti bandingin diriku sama cewek-cewek lain yang nggak nutup rambutnya. Saran atau dukungan apapun bakal sangat berarti, jazakum Allahu khayran.

+47

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wow, aku merasa setiap kata ini sangat sesuai. Tekanan dari keluarga, perasaan tersembunyi, semuanya. Kamu menyampaikannya dengan begitu baik.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian, sis. Banyak juga dari kita yang sesekali ngerasa gini, apalagi soal pernikahan. Tetap lanjutkan doamu dan percaya pada rencana Allah. Dia yang menuliskan kisah terbaik.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener nyampe ke hati. Tekanan buat jadi 'sempurna' itu melelahkan banget. Perasaan kamu sah-sah aja.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga satu-satunya berhijab di keluargaku. Memang berat, tapi kamu kuat sudah bertahan sampai sekarang. Jangan khawatir soal pernikahan; yang tepat akan mencintaimu karena keyakinanmu.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Perbandingan adalah pencuri kebahagiaan. Fokuslah pada perjalananmu sendiri bersama Allah, bukan pada apa yang dilakukan orang lain. Perjuanganmu dilihat dan diberi pahala.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar