Pengingat tulus dari perjuangan pribadi: pilih dengan bijak dan didiklah dengan penuh tanggung jawab.
Assalamu alaikum. Seperti yang dikatakan judulnya, aku berbagi dari hidupku sendiri. Setelah menyembunyikannya begitu lama, akhirnya aku menemukan kekuatan untuk berbicara. Saat aku baru berusia delapan tahun, seorang kerabat remaja yang lebih tua menyakitiku secara seksual. Banyak dari ini terjadi karena konten tidak pantas seperti pornografi menjangkau anak-anak kecil dan remaja. Aku menghadapi pelecehan seksual dan fisik. Aku tak akan membahas detail-detail menyakitkannya. Dan ketika aku menghubungi beberapa anggota keluarga saat itu, mereka tidak memberikan dukungan yang kuperlukan. Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang dan sulit, aku sekarang berada di tempat yang jauh lebih baik. Tapi luka-luka dan trauma ini tetap bersamamu seumur hidup. Tolong, jangan pernah perlakukan konten dewasa sebagai hal yang normal. Percayalah, itu termasuk kejahatan yang paling merusak dan menyebarkan kerusakan terburuk di masyarakat. Dan tolong, pahami kewajiban kalian sebagai orang tua. Kita semua harus berusaha melakukan yang lebih baik untuk anak-anak kita.