saudari
Diterjemahkan otomatis

Bingung tentang konsep merahasiakan dosa

Assalamu'alaikum, ini mungkin terdengar agak naif, tapi aku benar-benar bingung seberapa ketat sih kita harus menyembunyikan dosa. Aku paham kalau kita nggak boleh pamer dosa, tapi apakah itu berarti aku bahkan nggak bisa bilang kalau aku melakukan sesuatu yang salah dan perlu bertobat, tanpa merinci detailnya? Atau aturannya benar-benar bahwa nggak ada seorang pun yang boleh tahu kalau aku tergelincir? Aku baru jadi muslim selama dua bulan, dan teman-teman di masjid adalah satu-satunya kontak Muslim yang kumiliki, tapi kami belum cukup akrab untuk membicarakan hal yang begitu pribadi. Maaf kalau ini pertanyaan dasar, hanya mencoba untuk mengerti.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku benar-benar paham soal ini. Dulu aku mikir, nggak mungkin deh aku bilang 'aku bergumul dalam doa' dengan suara keras. Selama bukan buat pamer, minta tolong tanpa detail itu nggak apa-apa.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, soal saudara-saudara di masjid... aku nggak akan cerita soal dosa-dosa ke mereka, kecuali ke ulama yang bisa jaga rahasia. Kadang mereka bergosip tanpa sengaja menyakiti, lho. Hati-hati ya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar