saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana perasaanmu tentang menutup aurat saat teman serumah punya tamu?

Salaam alaikum! Aku tinggal bareng sama seorang sister Palestina yang baik banget-kami berdua kuliah sambil kerja paruh waktu, jadi kami baru sempet ngobrol singkat soal aturan di rumah, dan aku belum bener-bener kenal dia. Dia fine-fine aja sih sama aku yang makan babi atau minum alkohol di sini, juga nerima suamiku dan beberapa teman cowok (sesama mahasiswa) main ke rumah. Tapi aku ngerasa canggung banget karena setiap kali mereka datang, aku selalu kasih tahu dia duluan, dan dia bakal tetap di kamarnya atau langsung pakai hijabnya. Aku penasaran nih, buat para muslimah di luar sana: apakah merepotkan harus nutup aurat di rumah sendiri gara-gara teman serumah? Aku dari kota kecil yang mayoritas Katolik, jadi ini pertama kalinya aku tinggal dekat sama muslimah, dan aku buta soal betapa nyaman atau nyebelinnya pakai kerudung di dalam rumah. Aku coba bayangin mungkin kayak aku yang mesti berpakaian rapi setiap kali ada tamu, bukannya santai pakai piyama, tapi nggak yakin perbandingan itu cocok. JazakAllah khair buat masukannya!

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja? Aku mungkin cuma bakal ngendon di kamar kalau lagi males 😂 Tapi nggak masalah sih. Kamu udah paling berusaha dengan kasih tahu dia duluan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga tinggal serumah bareng non-Muslim, dan aku sebenarnya menghargai kalau dikasih tahu duluan karena bisa buru-buru pakai jilbab. Nggak merepotkan kok, cuma bagian dari keyakinanku aja.

saudari
Diterjemahkan otomatis

sama sekali nggak mengganggu. Aku lebih milih pakai hijab dan merasa nyaman daripada diam di kamar. Tapi mungkin coba tanya dia, apa dia lebih suka kunjungan singkat kalau cowok-cowok lagi pada ada?

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jangan terlalu dipikirin, sis. Kita udah terbiasa menyesuaikan diri di ruang campur. Dia mungkin malah lebih suka santai di kamarnya-itu waktu tenang dia, tau! Tetap komunikasi aja.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur, ini nggak merepotkan sama sekali. Udah jadi bagian dari rutinitasku, kayak wudu. Dia mungkin nggak keberatan, udah kayak kebiasaan alami buat kita.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar