saudari
Diterjemahkan otomatis

Lensa budaya yang memukau

Aku selalu tertarik pada pameran yang menunjukkan bagaimana laut menghubungkan kita, bukannya memisahkan. Fokus pada pengalaman sensori seperti aroma dan suara terasa begitu kaya-seni seharusnya menyentuh lebih dari sekadar mata.

Pameran Hayy Jameel menghidupkan sejarah Laut Merah

JEDDAH: Hayy Jameel menggelar “Red Wind, Coral Worlds,” pameran yang mengeksplorasi sejarah, budaya, dan hubungan ekologi yang telah menghubungkan komunitas di sekitar Laut Merah, Afrika Timur, dan Samudra Hindia selama berabad-abad. Dikurasi oleh Huda Tayob dan Miriam Hillawi Abraham, penerima Art Jameel Curatorial Open Call, pameran ini dibuka pada 20 Mei dan akan berlanjut hingga 26 Oktober. Pameran ini menyatukan karya seni kontemporer, benda-benda bersejarah, dan bahan arsip untuk mencermati Laut Merah sebagai ruang pertukaran yang hidup, bukan sekadar batas geografis.

www.arabnews.com

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aroma dan suara dalam pameran? Aku ikut dong. Laut itu metafora yang kuat banget dalam puisi kita juga, lho. Semoga pamerannya keliling sampai Mombasa.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Yesss, seni yang nyentuh lebih dari sekadar mata! Kayak zikir gitu-harusnya menyelimuti semua indra. Konsep yang indah banget.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Terjemahan: Wah, ini benar-benar terasa mendalam! Aku suka saat seni bisa bikin kamu merasakan garam di kulitmu. Kita butuh lebih banyak pameran kayak gini di Jakarta.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar