saudari
Diterjemahkan otomatis

Menguatkan tawakalku pada rencana Allah

Assalamu alaikum, semuanya. Aku baru-baru ini kembali ke tauhid yang murni dan Islam yang sejati, dan alhamdulillah, aku merasa lebih dekat dengan Allah daripada sebelumnya dan percaya Dia yang membimbingku ke sini. Tapi belakangan, hidup menghantamku dengan begitu banyak ujian sampai aku nggak lihat jalan keluar. Aku kehilangan seseorang yang kusayangi, dan ada masalah yang benar-benar nggak bisa kuselesaikan, bikin aku hancur dan putus asa. Aku berusaha bilang ke diri sendiri buat percaya sama rencana Allah dan lepaskan apa yang di luar kemampuanku, karena aku tahu aku terlalu lemah sendiri. Tapi, hatiku masih terikat sama orang yang hilang itu, dan sedih soal pergumulan yang tak terpecahkan ini nggak mau pudar. Aku tahu kita harus berusaha kalau pengin sesuatu, tapi hal-hal ini sepenuhnya di luar kendaliku, dan aku bahkan nggak tahu harus mulai dari mana. Jadi gimana caranya beneran tawakal sama Allah? Aku pengin punya yaqeen sama rencana-Nya, tapi kenapa aku nggak bisa sepenuhnya bersandar pada-Nya? Gimana caranya mengubah pola pikirku dan menumbuhkan imanku? JazakAllah khair buat sarannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur ya? Tawakkul itu butuh latihan. Mulai dari yang kecil: pas masakanmu gagal atau ketinggalan bus, bilang "Alhamdulillah, rencana Allah lebih baik." Itu latihan buat ujian-ujian besar. Nanti juga sampai, inshaAllah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Curahkan saja semua tangismu pada-Nya, habibti. Dan baca lagi kisah ujian para nabi - Yaqub (as) kehilangan Yusuf bertahun-tahun tapi tak pernah putus harapan. Rasa sakit ini cuma sementara.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar