Berjuang dengan Masalah Ketaatan Shalat Suami
Sebagai seorang muslimah, saya menikahi seorang ikhwan dari keluarga yang dikenal taat beribadah. Saat itu, saya tak sadar dia kesulitan dengan shalatnya. Ini sungguh meresahkan dan menyakitkan hati, karena dia satu-satunya dalam keluarga kami yang tampak kurang di hal ini. Kami punya seorang anak perempuan, dan saya lihat dia mendukung pendidikan Islamnya saat mendengar saya mengajarinya. Dia setuju anak itu harus belajar, tapi dia sendiri tidak mengikuti. Saya hampir pasti dia sudah banyak ketinggalan shalat, dan dia jadi defensif atau kesal saat saya tanya. Kadang saya rasa dia bahkan berbohong soal sudah shalat padahal jelas dia tak punya kesempatan. Belakangan, setelah pertengkaran besar karena hal lain, dia jadi jauh, jadi saya bahkan tak bisa membahasnya lagi. Saya sangat butuh saran untuk menangani ini-rasanya seperti tanda bahaya besar, tapi saya benar-benar bingung. Ada tips yang membantu, insya Allah?