Merasa Tidak Dipahami oleh Ibuku Sendiri
Assalamualaikum, aku seorang muslimah yang tinggal bersama ibu, dan jujur saja, ini mulai bikin aku stres. Waktu masih muda, aku pernah melakukan beberapa kesalahan-seperti ngobrol sama teman laki-laki sekolah atau punya rasa suka polos yang kutulis di buku harian-tapi alhamdulillah, aku udah banyak berubah sejak itu. Keseharianku sederhana: aku kerja, kadang pergi ke kafe buat konsentrasi, dan habiskan malamku di masjid, di mana aku rutin jadi relawan. Aku juga berusaha keras memperbaiki ibadahku, mulai lagi menghafal Qur'an, belajar lebih banyak tentang Islam, salat dengan konsisten, bahkan mengubah penampilan jadi lebih sederhana, ninggalin hal-hal seperti makeup tebal dan gaya hijab yang kurang rapat. Meski udah begini, ibuku terus aja nempel sama versi lamaku. Aku bahkan lagi bicara dengan seseorang dengan cara halal dan niat nikah, tapi dia masih bersikap seolah aku melakukan hal salah. Kalau aku pulang larut setelah salat Isya di masjid (yang selesai sekitar jam 22:30, dan aku sampai rumah jam 23:30 karena perjalanan), dia bakal menghujani ponselku dengan tuduhan. Baru-baru ini, aku usul buat mengunjungi teman keluarga di kota asal kami buat sebuah pernikahan, dan dia malah nelpon temannya buat ngecek perilakuku dulu, bilang nggak ada yang bener-bener mau aku ke sana, dan nyebut aku 'gampangan' sama 'nggak cukup'. Dia bahkan nyalahin masalah kesehatannya pada gaya hidupku, klaim 'perempuan di budaya kita nggak kayak gini'. Hari ini, pas lagi berantem, aku coba pergi buat tenangin diri, dan dia langsung nelpon kakak laki-lakiku, ngasih saran kalo aku punya laki-laki yang lagi nunggu jemput padahal aku cuma mau jalan-jalan. Capek banget rasanya terus-terusan dihakimi dan disalahpahami, kayak diperlakuin sebagai orang yang bukan diriku. Aku pernah mikir buat pindah ke rumah ayah buat dapet ketenangan, tapi dia bilang itu bakal bikin perceraian mereka keliatan lebih buruk. Semua orang lain memuji perkembangan dan mendukungku, tapi ucapan ibu sakit karena dia ibuku sendiri. Aku nggak tau berapa lama lagi aku bisa tahan ini-berusaha jadi baik, tetap sederhana, menjalankan iman, jadi relawan, dan masih aja dijatuhin. Ada nggak saran Islami buat menghadapi ini, aku bakal sangat berterima kasih.