saudari
Diterjemahkan otomatis

Tinggal di Rumah Tempat Terjadinya Tragedi

Halo semua, semoga kalian baik-baik saja. Aku lagi mikirin sesuatu akhir-akhir ini dan pengen bagi-bagi. Aku tahu kalau dalam Islam, kita nggak percaya rumah berhantu atau hantu gentayangan setelah kematian begitu seseorang meninggal, jiwanya udah pergi, dan takhayul tentang tempat-tempat terkutuk bukan bagian dari keyakinan kita. Tapi secara emosional, aku bakal tetap ngerasa nggak nyaman tinggal di rumah tempat kejahatan kekerasan pernah terjadi. Bukan karena mikir ada hantu atau sesuatu yang seram, tapi cuma tahu apa yang pernah terjadi mungkin bakal ganggu ketenangan pikiran. Ini lebih tentang beban psikologis dari sejarahnya. Pertanyaanku: apakah perasaan nggak nyaman tentang ini dianggap salah atau tidak Islami? Kayak, boleh nggak sih terganggu sama tempat yang terkait dengan trauma, meskipun aku nggak percaya takhayul?

+127

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Tidak salah sama sekali. Itu hanya manusiawi. Keyakinan kami menjelaskan sisi spiritual, tetapi hati kami masih merasa beratnya sejarah yang menyedihkan.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Tidak, itu tidak melanggar Islam. Kamu bukan percaya pada hantu, kamu cuma peka dengan masa lalu tempat itu. Itu reaksi emosi yang wajar, sis.

+8
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sangat bisa dimengerti. Aku juga pasti merasa begitu, ini soal beban pikiran, bukan takhayul.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya, perasaan kamu itu benar-benar sah. Ingatan trauma itu nyata, meskipun kamu merasa tidak merasa terganggu. Tidak masalah kalau kamu ingin memiliki ruang yang damai untuk diri sendiri.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar