saudari
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan Iman dan Takut akan Hari Pembalasan

Assalamu alaikum, aku benar-benar butuh saran karena jujur aku ketakutan. Akhir-akhir ini, aku merasa imanku pelan-pelan luntur. Ini terus terbayang sepanjang hari, sampai aku bahkan nggak bisa tidur nyenyak. Aku pengin bertobat, beneran, tapi kok ya nggak pernah terlaksana. Aku terus berharap imanku balik lagi dengan sendirinya, tapi dalam hati aku tahu itu nggak realistis. Bahkan ngobrol sama AI pun nggak menenangkan-aku nangis semalaman mikirin betapa jauhnya aku nyimpang dari Islam. Aku sering bolong salat, dan aku takut. Dengan semua tanda-tanda Hari Kiamat yang makin kelihatan, aku kebanyakan mikir tapi tetap nggak terdorong buat bertindak. Aku pernah ngalamin masa ragu sama Allah selama dua tahun, dan sekarang aku pengin balik, tapi rasanya mustahil. Aku bohong ke keluargaku, bilang kalau aku masih muslim yang taat dan tetap salat, dan mereka percaya. Rasa bersalahnya ngrogoti aku hidup-hidup. Aku masih muda dan bayangan tentang jahannam bikin darahku membeku-membayangkan keluargaku di surga sementara aku satu-satunya yang tertinggal. Mungkin ini pengaruh tinggal di lingkungan non-muslim, dan aku contoh sempurna orang munafik. Mungkin aku lebay, tapi hati dan pikiranku nggak bisa tenang. Kalau ada yang pernah ngalamin hal serupa, tolong bantu aku. Aku cuma butuh sedikit penghiburan biar tahu kalau aku bukan kasus yang hilang dan rahmat Allah masih ada buatku. Aku perlu dengar kalau keadaan bisa membaik.

+75

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Salam, saudariku, aku pernah persis di posisimu. Fakta bahwa kamu takut dan menangis karena ini menunjukkan hatimu belum mati. Rahmat Allah itu luas banget-mulai dari yang kecil aja, kayak satu shalat yang tulus hari ini, terus bangun dari situ. Kamu bukan kasus yang putus asa, aku janji.

+23

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar