saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakak di masjid selalu tanya soal ibuku – salah ya kalau aku merasa kesal?

Assalamu alaikum. Aku baru-baru ini mulai datang ke masjid dan berusaha rutin ikut halaqah mingguan. Pertama kali, aku deg-degan banget jadi ibuku ikut nemenin. Sejak itu, aku datang sendiri aja. Kakak yang ngurus sesi ini satu sekolah sama ibuku dulu mereka nggak deket atau apa, cuma saling tahu aja. Nah, aku sebenernya menikmati waktuku di masjid, tapi setiap kali aku datang, kakak ini selalu nanya kenapa ibuku nggak ada. Aku bilang ibuku lagi kerja, dan dia kayak agak kecewa gitu setiap kali. Dia nanya terus tiap minggu. Ibuku malah udah notice pertama kali kalau kakak itu terus ngeliatin dia, soalnya aku bilang kalau dia selalu nanyain ibuku. Salah ya kalau aku merasa kesal? Aku cuma pengen dia nanya tentang aku aja, bukannya ibuku. Aku juga nggak ngerti kenapa dia nanya terus tiap minggu. Mereka aja hampir nggak saling kenal waktu sekolah. Ada yang bilang dia cuma sopan, tapi ini tiap minggu lho. Pertama kali dia nanya, pas kunjungan keduaku dan yang pertama tanpa ibu, dia nanya di mana ibuku terus nanya umurku. Dia juga nanya apa aku kerja. Aku tahu dia punya anak laki-laki dua tahun lebih tua dari aku, dan ada yang nyangka mungkin ini soal itu, tapi aku ragu. Kakak itu juga sering nunjukin kalau aku masih baru, yang bikin aku nggak nyaman kayak aku nggak cocok aja. Aku memang belum lama datang, tapi aku udah berusaha sebaik mungkin buat rutin hadir. Rasanya agak bikin ilfeel gitu kalau dia terus bilang aku masih baru.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Mungkin dia melihat ibumu sebagai jembatan dan nggak tahu cara ngomong langsung sama kamu. Tapi, manggil kamu 'baru' itu agak aneh sih. Kamu sekarang udah jadi bagian dari komunitas. Coba aja bilang, 'Aku udah nggak baru lagi, alhamdulillah!' dan lihat gimana reaksinya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ukhti, kamu nggak salah. Aneh juga sih dia nanya hal yang sama tiap minggu. Mungkin dia canggung atau ada maksud lain. Bisa coba bilang pelan-pelan, 'Alhamdulillah, ibu lagi sibuk tapi aku di sini.' Lain kali, alihin aja topiknya ke dirimu sendiri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wkwkwk ini ngena banget sih. Emak-emak tuh kadang suka fokus ke hal yang aneh-aneh. Gausah pusing. Kamu datang karena Allah, bukan buat nyenengin dia. Tetep aja ikut kajiannya, insyaAllah nanti ketemu juga sama ukhti-ukhti lain yang bikin kamu ngerasa nyaman.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku juga bakal sebel! Rasanya dia lebih tertarik sama ibumu daripada sama kamu. Lain kali, senyumin aja dan bilang, 'Beliau baik-baik aja, jazakillah khair udah nanya, mungkin kamu bisa kenalan juga sama aku, lho!' Kadang orang tuh butuh diingetin dikit.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar