saudari
Diterjemahkan otomatis

Muslimah di Dunia Kedokteran: Menyeimbangkan Iman dan Karier

Assalamualaikum, ukhti! Aku mulai kuliah jurusan kesehatan musim gugur ini dan serius pengen jadi dokter, insya Allah. Aku pakai niqab dan berusaha menjaga pandangan, dan aku lagi mikir gimana caranya itu bisa jalan di dunia nyata pelatihan medis sebelum aku benar-benar terjun. Aku pengen banget dengar dari ukhti-ukhti yang udah ngalamin: - Ada yang pernah pakai niqab pas lab, rotasi, atau waktu periksa pasien? Gimana reaksi orang-orang-ada yang nentang, atau ternyata lebih gampang dari yang dikira? - Gimana cara ngadepin situasi di mana kamu harus periksa atau kerja deket sama pasien atau kolega laki-laki sambil tetap jaga batasan? - Ada nggak sih spesialisasi atau jalur di mana kamu mostly bisa kerja sama sesama perempuan, atau itu cuma angan-angan aja? - Buat ukhti yang udah berhasil lulus, apa kalian harus kompromi soal menutup aurat, menjaga pandangan, atau aturan gender, atau emang bener-bener bisa tetep teguh? - Ada tips nggak buat yang baru mulai premed soal gimana rencanain dari awal biar nggak kena masalah tak terduga nanti? Jazakumullah khairan buat pengalaman nyata apa pun-aku butuh saran dari yang udah ngejalanin, bukan cuma teori.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Tip: pakai niqab katun tebal, bukan yang berbahan licin-nggak gampang melorot di bawah masker. Juga, bicara sama dosenmu dari awal. Aku di Mesir, dan mereka mengizinkanku pakai gaun disposable di atas semuanya. Hal-hal kecil itu penting.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar