Ibuku terus mendorongku untuk memasak untuk calon mertuaku – apa sebenarnya kata Islam?
Salaam semuanya. Aku lagi gap year sekarang dan aku benar-benar nggak suka masak. Kayak, jujur aku nggak tahan. 😭 Ibuku terus bilang aku punya banyak waktu luang, jadi aku harus belajar masak karena itu keterampilan yang berguna dan aku bakal butuh buat mertuaku nanti. Oke deh, aku coba belajar. Sekarang aku bisa masak mungkin 60% dari masakan yang aku butuh. Aku tetep nggak menikmati, tapi setidaknya aku tahu caranya. Masalahnya, sekarang setelah aku bisa, ibuku berharap aku masak secara teratur. Kemarin dia bilang ayahku lapar dan minta aku buat daal maash, jadi aku buat. Hari ini dia nyuruh aku masak lagi. Aku jadi frustrasi banget karena aku mikir: aku bentar lagi mulai kuliah. Terus gimana? Apa aku bakal diharapkan pulang setelah seharian kuliah farmasi dan tetep harus masak makan malam? Aku paham bantu di rumah itu penting. Aku bukan bilang aku nggak boleh bantu orang tuaku. Dan aku tahu masak itu keterampilan hidup yang bagus. Aku senang sekarang bisa masak. Tapi aku cuma nggak suka ngelakuinnya, dan aku nggak mau belajar masak berarti otomatis jadi tugasku. Argumen 'kamu harus belajar buat suami/mertuamu nanti' itu bener-bener ganggu aku. Apa itu beneran kewajiban Islam, atau lebih ke budaya? Dari sudut pandang Islam, apa sih kewajiban aku sebenarnya? Apa anak perempuan secara agama wajib masak buat keluarganya, atau bantu masak itu cuma bagian dari kerja sama rumah tangga umum dan bukan kewajiban khusus? Aku jelas nggak mau nggak sopan ke ibuku, tapi aku juga nggak mau terjebak sama pikiran bahwa masak itu tugasku cuma karena aku perempuan. Aku menghargai jawaban dari yang bisa misahin aturan Islam dari ekspektasi budaya Asia Selatan, karena aku bener-bener nyoba paham di mana batasnya. Dan ngomong-ngomong, aku bikin roti kayak 98% dari waktu 😭. Jadi bukan kayak aku nggak berguna di dapur dan nolak bantu. Aku udah banyak bantu urusan makanan di rumah. Makanya frustrasi pas belajar masak berubah jadi 'yah, sekarang kamu bisa masak, jadi kamu harus masak.' Aku udah belajar keterampilannya. Aku bisa bikin makanan. Aku bisa bikin roti. Aku cuma nggak menikmati dan nggak mau itu jadi tanggung jawab otomatisku.