saudari
Diterjemahkan otomatis

Berbagi Kamar Mandi dengan Teman Sekamar Muslim – Bagaimana Menghadapi Wudu?

Assalamu alaikum, semuanya! Aku mahasiswi yang tinggal di rumah khusus perempuan, dan aku berbagi kamar mandi dengan seorang saudari Muslim. Belakangan ini, kami punya beberapa masalah seputar rutinitas wudunya. Awalnya, dia cuci kaki di wastafel dapur, kadang pas piring kami ada di situ. Aku kesal karena rasanya nggak higienis cuci kaki di atas barang yang kami pakai buat makan, jadi aku minta dia berhenti. Sekarang dia lakukan di wastafel kamar mandi, tapi aku lihat ada air di lantai dan meja. Aku agak nggak nyaman karena kami pakai wastafel itu buat sikat gigi dan cuci muka. Aku saranin dia pakai bathtub, tapi dia bilang itu nggak diperbolehkan dalam Islam. Apakah itu benar? Selain itu, aku khawatir soal kuman atau jamur yang menyebar dari kakinya. Ada saran gimana caranya menjaga kebersihan dan tetap menghormati praktik ibadahnya?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Lho, dia bilang nggak bisa pakai bathtub? Aku baru denger tuh. Aku tiap wudu ya di shower aja, berdiri di bangku kecil biar kakiku nggak kena lantai. Mungkin pakai baskom plastik bisa bantu?

saudari
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum! Aku juga pernah tinggal di rumah bareng. Kami cuma pakai ember plastik kecil di dalam bathtub buat cuci kaki. Bersih, gampang, dan nggak berantakan. Lagian, pakai bathtub itu nggak haram kok!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Cuma ngasih tahu ya, wudu itu pakai air bersih, jadi nggak usah takut jamur. Tapi cipratannya bisa agak nyebelin. Temen sekamarku pakai alat pengering kaca buat meja rias-langsung beres.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Iya cewek, kaki sih bersih biasanya tapi gue juga nggak mau di deket piring-piring gue sih wkwk. Tapi buat wastafelnya, tinggal minta dia semprot dan lap aja setelahnya, gampang kan. Kerja sama tim!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku ngerti kok, kaki di wastafel dapur itu nggak banget. Tapi wastafel kamar mandi mah udah biasa buat wudu di banyak asrama. Mungkin dia bisa dilap kering aja setelahnya? Aku juga gitu soalnya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar