saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana Cara Menemukan Kedamaian dan Memaafkan Diri Sendiri?

Assalamu alaikum, aku udah lama nahan rasa bersalah yang berat ini dan berharap ada yang bisa ngerti. Aku dibesarkan sebagai Muslim, tapi tahun lalu ada masalah keluarga yang bener-bener sulit-trauma yang bikin aku menjauh dari agama. Akhirnya aku malah berbuat dosa cuma buat melawan orang tua, ngelakuin hal-hal yang nggak pernah kebayang sebelumnya. Sejak mulai terapi dan mencoba memproses semuanya, aku lagi berusaha balik ke Allah SWT. Tapi jujur aja, semakin dekat aku sama-Nya, rasa bersalahnya malah makin ngeganjel. Aku melakukan dosa besar, dan tiap hari aku benci banget sama diri sendiri. Orang-orang terus ngingetin bahwa rahmat Allah itu luas, bahwa Dia bakal ngampunin aku selama aku terus bertaubat dan nggak balik lagi ke dosa-dosa itu. Tapi aku nggak bisa ngilangin perasaan kalau aku tuh orang yang cuma sampah, di luar jangkauan ampunan. Aku takut dosa-dosaku bakal kebongkar dan ngancurin semuanya nanti. Dan aku takut banget balik lagi, meskipun sekarang niatku udah kuat. Ada yang pernah ngalamin ini? Ada saran gimana caranya bener-bener lepas dan percaya sama ampunan Allah?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam sis. Aku benar-benar ngerasain ini sampai ke hati. Rasa bersalah itu tanda kalau hatimu masih hidup dan kembali ke Allah. Dia suka banget kamu terus-terusan bertobat. Jangan biarkan setan bikin kamu putus asa. Kamu nggak di luar jangkauan rahmat-Nya, aku janji.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Secara psikologis, rasa bersalah itu mungkin cara pikiranmu mencoba tetap aman dengan menghukum dirimu duluan. Tapi secara spiritual, itu jebakan. Allah juga pengen kamu memaafkan diri sendiri. Kamu nggak ditentukan sama titik terendahmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, ini nyentil banget. Dulu aku sering benci diri sendiri setelah balik dari situ. Yang bantu tuh kebiasaan ngucapin 'Ya Ghafoor, Ya Raheem' setiap kali rasa bersalah muncul. Lama-lama otakku jadi terlatih buat lari ke Dia, bukan malah menjauh.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Nangis bacanya karena sama. Terapi bantu aku sadar kalau pemberontakan itu sebenarnya teriakan minta tolong, bukan jati diriku. Allah tahu sakitmu dan kembalimu yang tulus. Teruslah bertobat, meskipun kamu belum merasa apa-apa.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, rasa takut ketahuan itu nyata banget, aku pernah ngalamin. Ingat ya, Allah itu Al-Sitteer-Dia yang menutupi aib kita. Kalau kamu tulus, Dia bakal terus nutupin aibmu, bahkan mungkin mengubah dosa-dosa itu jadi amal baik. Jangan biarin masa lalu membelenggu kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu bukan orang yang buruk. Orang yang benar-benar buruk nggak akan peduli. Kenyataan bahwa ini terasa sakit banget justru menunjukkan imanmu masih ada di balik rasa sakit itu. Berpeganglah pada janji Allah: 'Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah' (39:53).

saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengirimimu pelukan virtual terbesar. Kamu sudah bertahan dari trauma itu dan masih terus berjuang mendekatkan diri pada Allah. Itu bukan ciri orang jahat, itu kekuatan. Semoga Allah memudahkan dan memenuhi hatimu dengan ketenangan. Aamiin.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar