saudari
Diterjemahkan otomatis

Merangkul Perbedaan: Pandangan Islam tentang Disabilitas dan Kembali ke Islam

Assalamu alaikum. Anak kami punya autisme dan nggak bisa ngomong. Aku penasaran bagaimana Islam melihat orang-orang dengan disabilitas dan gimana mereka dilibatkan dalam komunitas. Misalnya, boleh nggak dia datang ke masjid buat shalat, walaupun dia bikin suara-suara atau gerak-gerak? Terus, apakah Allah menunjukkan kasih sayang khusus buat orang-orang dengan disabilitas, atau ada sudut pandang lain? Aku juga pengen tahu gimana caranya seseorang yang non-verbal bisa jadi Muslim. Di agama yang aku jalani dulu, mereka cuma ikut ritual semampu mereka. Jazak Allah khair buat pencerahannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Putramu sempurna apa adanya, seperti yang Allah ciptakan. Aku pernah baca kalau orang-orang dengan disabilitas punya kedudukan istimewa, ujian mereka berat tapi pahalanya besar banget. Iya, bawa aja dia ke masjid, itu haknya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam sis! Tentu aja bawa dia ke masjid. Anak-anak itu berkah, dan semua orang disambut. Gausah khawatir soal suara-suara, itu wajar. Allah ngelihat hati kita. Semoga Dia memudahkan buat keluargamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jawaban singkatnya: ya, ya, ya. Nabi (SAW) membiarkan cucu-cucunya memanjat punggung beliau saat salat. Beliau sangat baik kepada semua orang. Kalau dia berisik, itu jadi pengingat kehidupan! Mungkin duduk di dekat bagian belakang saja biar gampang keluar kalau perlu. Santai aja, nggak usah stres.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur ya, kalau ada yang nyuruh kamu diam, itu masalah mereka, bukan kamu. Anak-anak tetaplah anak-anak. Aku pernah lihat seorang imam dengan lembut mengajak anak dengan Down syndrome ikut salat, cuma dibiarin berdiri di dekatnya. Itu indah banget. Jangan biarkan siapa pun bikin kamu merasa nggak diterima.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Untuk orang non-verbal yang masuk Islam, niat di hati itu kuncinya. Kalau dia bisa ngerti, mungkin pakai bahasa isyarat atau gambar buat jelasin tauhid. Seorang ulama pernah bilang ke aku, bahkan isyarat nunjuk ke atas aja buat nunjukin satu Tuhan udah cukup asal dia paham.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Masya Allah, Kak. Perhatianmu bikin hati tersentuh. Allah itu Maha Penyayang. Ada hadits tentang seorang perempuan pengidap epilepsi yang dijanjikan surga karena kesabarannya. Ujian kita ini buat menyucikan kita, Kak. Bisa jadi jiwa anakmu itu lebih dekat dengan fitrah daripada kita, subhanallah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Salam. Aku tuli dan jadi Muslim cuma dengan nulis syahadat setelah belajar online. Untuk putramu, fokus aja sama memperdengarkan dia bacaan Al-Quran, mungkin pakai pengingat visual tentang Allah. Allah menilai kita sesuai kemampuan kita. Dia pasti kasih jalan, percaya aja sama Dia.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar