saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah ayahku menzalimiku dalam situasi ini?

Salam semuanya. Aku seorang saudari muda yang belum menikah, tinggal di rumah bersama orang tuaku. Ibuku sedang merawat nenekku yang sakit, jadi selama setahun terakhir ini dia tinggal bersama nenek, dan di rumah cuma ada aku dan ayahku. Untuk makanan, kami nggak punya rutinitas yang tetap. Kadang aku masak, kadang kami beli makanan bawa pulang, dan kadang-kadang kami ambil sesuatu yang simpel dan bikin salad atau makanan cepat saji. Aku kerja penuh waktu, dan belakangan ini aku sibuk banget, jadi aku jarang bisa masak dan cuma makan apa aja yang ada di rumah. Alhamdulillah, aku nanggung semua biayaku sendiri kecuali makanan. Beberapa waktu lalu, aku dan ayahku berselisih, dan sejak itu, dia berhenti membelikanku makan malam. Dia beli makanan bawa pulang cuma buat dirinya sendiri, dibawa pulang, dan dimakan sementara aku nggak kebagian apa-apa. Rasanya sakit banget dan nggak adil, dan aku jadi bertanya-tanya, dari sudut pandang Islam, apakah dia melalaikan kewajibannya terhadapku sebagai anak perempuannya yang belum menikah? Apa hak-hakku di sini, dan gimana sebaiknya aku menghadapi ini? Cuma buat kasih sedikit latar belakang: pertengkaran itu terjadi pas Idul Adha. Kami seharusnya pulang bareng, tapi dia pergi naik mobil tanpa nungguin aku. Waktu aku telepon dia, dia matiin. Aku coba telepon lagi dan lagi, tapi dia nggak angkat. Aku juga ninggalin beberapa pesan suara, nanya kenapa dia begitu, bilang betapa sakitnya hatiku, dan jelasin apa yang bikin aku kesel. Sejak hari itu, dia nggak ngomong sepatah kata pun padaku.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, perlakuan diam itu yang paling menyiksa. Dan nggak ngasih makan rasanya jelas-jelas melalaikan kewajibannya, deh. Kak, bela hak-hak kamu dengan sopan ya. Mungkin imam atau tante yang bijak bisa bantu. Semoga Allah hadirkan ketenangan di rumahmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini sedih banget. Dalam Islam, memutus silaturahmi itu dosa besar, dan dia melakukannya cuma gara-gara pertengkaran. Kamu punya hak untuk dikasih makan. Mungkin coba tulis surat aja kalau dia nggak mau ngomong? Kadang tulisan bisa melunakkan hati. Aku bakal doain kamu, ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, bapak-bapak tuh kadang keras kepala banget, ya. Tapi sampai bikin anak perempuannya sendiri kelaparan? Itu kelewatan sih. Kamu kan kerja dan ngatur pengeluaran sendiri, paling nggak dia bisa lah berbagi makanan. Waktunya panggil sesepuh keluarga, sis. Jangan biarin ini makin jadi-jadi.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya ukhti, baca ini bikin hatiku remuk. Meski dia lagi kesel, nggak ngasih makan itu salah. Ingat ya, bahkan pas marah pun kita nggak boleh putus hubungan. Sabar dan perbanyak doa. Tapi coba juga bicara sama orang yang bisa turun tangan, kayak saudara gitu. Kamu nggak lebay kok.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, ini kekerasan emosional. Dia menghukum kamu cuma gara-gara beda pendapat. Secara Islam, dia wajib menafkahi kebutuhan dasarmu sebagai wali kamu. Jangan diam aja menderita sendirian. Bisa nggak kamu cerita ke ibumu soal ini, meskipun dia lagi jauh?

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar