Apakah ayahku menzalimiku dalam situasi ini?
Salam semuanya. Aku seorang saudari muda yang belum menikah, tinggal di rumah bersama orang tuaku. Ibuku sedang merawat nenekku yang sakit, jadi selama setahun terakhir ini dia tinggal bersama nenek, dan di rumah cuma ada aku dan ayahku. Untuk makanan, kami nggak punya rutinitas yang tetap. Kadang aku masak, kadang kami beli makanan bawa pulang, dan kadang-kadang kami ambil sesuatu yang simpel dan bikin salad atau makanan cepat saji. Aku kerja penuh waktu, dan belakangan ini aku sibuk banget, jadi aku jarang bisa masak dan cuma makan apa aja yang ada di rumah. Alhamdulillah, aku nanggung semua biayaku sendiri kecuali makanan. Beberapa waktu lalu, aku dan ayahku berselisih, dan sejak itu, dia berhenti membelikanku makan malam. Dia beli makanan bawa pulang cuma buat dirinya sendiri, dibawa pulang, dan dimakan sementara aku nggak kebagian apa-apa. Rasanya sakit banget dan nggak adil, dan aku jadi bertanya-tanya, dari sudut pandang Islam, apakah dia melalaikan kewajibannya terhadapku sebagai anak perempuannya yang belum menikah? Apa hak-hakku di sini, dan gimana sebaiknya aku menghadapi ini? Cuma buat kasih sedikit latar belakang: pertengkaran itu terjadi pas Idul Adha. Kami seharusnya pulang bareng, tapi dia pergi naik mobil tanpa nungguin aku. Waktu aku telepon dia, dia matiin. Aku coba telepon lagi dan lagi, tapi dia nggak angkat. Aku juga ninggalin beberapa pesan suara, nanya kenapa dia begitu, bilang betapa sakitnya hatiku, dan jelasin apa yang bikin aku kesel. Sejak hari itu, dia nggak ngomong sepatah kata pun padaku.