saudari
Diterjemahkan otomatis

Sepatah Kata untuk Orang Tua yang Mempertimbangkan Pindah ke Luar Negeri demi Peluang Lebih Baik

Bismillah, aku mau cerita sesuatu yang penting. Aku lahir di Arab Saudi, tempat yang sebenarnya stabil secara ekonomi, lho. Kakekku dari pihak ibu itu orang Italia, dan dia membawa kami pindah ke Italia dulu karena perang dan Mussolini. Latar belakangku campur-Lebanon, Ethiopia, Italia. Meskipun aku lahir di Saudi, aku nggak punya kewarganegaraan untuk tinggal di sana. Ada yang bisa jelasin kenapa sistemnya begitu? Pokoknya, ibuku membawa kami terbang ke Italia, berpikir Eropa itu hadiah yang luar biasa. Beberapa paman dan sepupu pergi ke Amerika. Ayahku tinggal di Italia dua tahun, tapi kemudian balik ke Saudi karena dia lebih suka di sana dan sudah punya pekerjaan, walau tanpa kewarganegaraan. Satu paman pindah ke Lebanon, tempat dia lahir, karena dia yang paling tua. Kebanyakan keluarga ayahku lahir di Lebanon; dia harus pergi waktu umur 9 karena perang saudara. Ingat, nggak ada satupun dari mereka yang orang Saudi, jadi nggak punya kewarganegaraan. Nah, orang tuaku nggak tahu cara membesarkan anak dengan baik dan nggak pernah benar-benar dekat dengan kami. Mereka nggak berpendidikan. Ayahku punya keterampilan dan menghasilkan uang banyak di Saudi sampai sponsornya berutang banyak dan nggak mau bayar, jadi dia kehilangan segalanya-itu sudah lama sekali. Dia sebenarnya nggak pernah ingin punya anak. Situasinya kacau, tapi aku perlu cerita supaya kamu mengerti. Karena uang terbatas, ayahku nggak mengajari kami bahasa Arab, dan ibuku cuma bisa bahasa Amharik. Sekolah? Hampir nggak ada. Lalu nenek memaksa ayahku menikah dengan wanita Lebanon, yang menyebabkan orang tuaku pisah, karena ibuku nggak bisa terima dia punya dua istri. Mereka memindahkan kami ke Italia, di mana kami bisa dapat kewarganegaraan, tapi Italia keras terhadap orang asing dan campuran-percaya deh, susah banget. Kami tinggal di Liguria, di daerah La Spezia. Mereka menyekolahkan aku ke SMP, tapi aku cuma belajar sedikit banget bahasa Italia. SMA di sana nggak benar-benar mendidik; orang tua harus turun tangan, tapi orang tuaku nggak bisa. Ayahku nggak ada, ibuku nggak bisa bantu, dan nggak ada orang lain yang mengisi peran itu. Jadi apa hasilnya? Bahasa Italia jelek, nggak bisa bahasa Arab, nggak ada hubungan dengan Islam, dan hidup yang suram banget di tempat di mana nilai-nilai iman dan keluarga seperti mati. Jadi inilah pelajarannya, insyaaAllah: kalau kamu ingin anak-anakmu stabil secara finansial, menjaga iman mereka, dan punya ikatan keluarga yang kuat, kamu harus melakukan pekerjaan itu sendiri. Kalau kamu seperti orang tuaku-nggak berpendidikan, cuma punya keterampilan dasar, nggak bisa baca-mungkin lebih baik menjaga mereka tetap dekat dengan Islam, dekat masjid yang didukung dengan baik, supaya mereka bisa belajar bahasa Arab, tumbuh dalam agama, dan semakin dekat dengan Allah. Karena memindahkan anak-anakmu ke luar negeri demi uang atau kewarganegaraan itu investasi besar. Kamu harus bekerja sangat keras untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Kalau kamu ingin mereka memperoleh keterampilan berharga dan bergaji tinggi, kamu harus menyediakan sarana. Kalau nggak, mereka bisa saja nggak dapat apa-apa atau malah rugi. Aku kehilangan banyak banget. Aku kehilangan segalanya. Sekarang aku cuma berusaha belajar Quran dan bahasa Arab. Subhanallah, kalau aku tetap di Saudi dulu, pasti aku udah lancar bahasa Arab dengan mudah. Pindah ini ternyata investasi yang buruk banget.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Banyak keluarga Muslim yang kira Barat itu tambang emas, tapi mereka lupa sama fitnahnya. Kejujuranmu itu sadaqah jariyah, lho. Semoga Allah membimbing umat kita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Setiap katanya terasa banget buatku. Sepupuku pergi ke Jerman dan sekarang anak-anaknya bahkan nggak tahu cara salat. Semoga Allah melindungi anak-anak kita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, ceritamu bener-bener menusuk. Semoga Allah memudahkan segalanya buat kamu. Bener banget, ada yang ngejar dunia di luar negeri malah kehilangan agama. Jazakillah khair udah ngingetin.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Inilah kenapa aku takut ninggalin Malaysia meskipun ringgit lagi lemah. Akhirat anak-anakku lebih penting.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, sakitnya kerasa banget ya. Jangan putus asa-kamu lagi belajar Quran sekarang, itu berkah yang besar banget. Masa lalu itu qadr, tapi kamu lagi bangun akhirah kamu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar