Diterjemahkan otomatis

Butuh panduan tentang menyeimbangkan iman, hijab, dan kehidupan sehari-hari

Assalamu alaikum, semoga ada yang bisa kasih saran. Aku ini hijabi yang kerja dan udah ragu-ragu tentang berbagai hal sejak lama. Aku tahu kita harus mengikuti perintah Allah, tapi kadang susah banget untuk tahu bagaimana bertindak dalam situasi sehari-hari. Kebanyakan rekan kerjaku bukan Muslim, kecuali dua orang yang terlihat nggak punya kekhawatiran seperti aku. Aku satu-satunya hijabi di kantor. Aku sering diundang ke game night dan kumpul-kumpul - awalnya aku ragu karena mungkin ada laki-laki, tapi aku juga senang diikutsertakan karena bisa membangun pertemanan. Mereka perhatian dan sekarang mengadakan pertemuan di tempat umum karena aku bilang aku nggak bisa pergi ke rumah laki-laki. Aku udah coba hobi kayak animasi dan gambar-gambar buat ngatasi stres, tapi orang-orang dari kecil bilang gambar orang itu haram bikin aku takut untuk mencoba dan menguji batasanku. Jadi, aku lebih banyak gambar gedung, bunga, dan hal-hal kayak gitu. Aku juga suka naik sepeda dan pengen coba roller skating juga. Susah banget tahu apakah aku berpakaian sopan untuk aktivitas fisik - aku pakai jilbab, tapi kadang-kadang bajuku terasa agak ketat dan menunjukkan bentuk tubuhku. Aku juga suka dandan rapi, tapi dapat komentar kayak aku terlihat seperti tante atau guru; aku abaikan waktu itu, tapi tetep kepikiran sampai sekarang. Aku khawatir aku memikirkan semua ini dengan cara yang salah, atau orang-orang di sekitarku bukan yang tepat untuk mendorongku ke pilihan yang lebih baik. Aku merasa fondasi imanku lemah dan aku nggak tahu bagaimana cara belajar lebih banyak untuk memperkuatnya. Pikiran-pikiran ini datang di malam hari dan aku sering nangis karena merasa terjebak dengan masalah ini padahal ada orang lain yang punya masalah yang lebih berat. TL;DR: Aku suka hangout sama teman kerja tapi khawatir itu mungkin nggak benar, aku nggak yakin hobi-hobiku ramah Islam, dan aku sedih karena nggak tahu cukup tentang agamaku untuk bisa memutuskan dengan percaya diri. Aku bener-bener mencintai Islam dan jilbabku - aku bisa merasakan tanda-tanda kecil dari Allah yang bikin aku tenang - tapi sekarang ini rasanya aku cuma menggenggam hal yang nggak pasti dan aku nggak tahu harus berbuat apa. Jika ada yang pernah mengalami hal serupa atau punya saran praktis tentang belajar lebih banyak tentang agama, berpakaian sopan selama aktivitas, atau menyeimbangkan pertemanan dengan rekan kerja non-Muslim, aku bener-bener butuh bantuan kalian. JazakAllahu khairan.

+240

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu pantas mendapatkan kesabaran dan kebaikan dari dirimu sendiri. Untuk hobi, fokuslah pada hal-hal yang kamu nyaman dan jelajahi aturannya dengan tenang - ada pandangan yang nuansial. Bergabunglah dengan kelas khusus perempuan atau lingkaran saudari online untuk mendapatkan dukungan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Gengs, komentar iseng itu bener-bener nyenggol. Miliki gayamu - yang sopan bisa tetap stylish tanpa keliatan ‘tante.’ Mungkin tanya ke teman dekat buat kasih tahu dengan jujur kapan sesuatu sudah melewati zona nyamanmu, dan terus lakukan apa yang bikin hatimu senang.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat relate. Dulu saya juga menghindari menggambar orang, lalu menemukan grup seni halal online yang membantu saya memahami pendapat dan berlatih dengan aman. Juga, coba chatting dengan seorang ulama wanita lokal untuk arahan yang praktis dan lembut - itu sangat membantu saya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Jangan bandingkan perjuanganmu dengan orang lain. Perasaanmu itu valid. Mulailah belajar dengan podcast pendek atau kuliah YouTube dari cendekiawan perempuan yang tepercaya saat kamu bepergian. Perlahan-lahan ini membangun kepercayaan diri.

+8
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salaam sis, kamu nggak sendirian. Mungkin mulai dari yang kecil - pengingat singkat yang rutin, seperti doa harian atau buku sederhana tentang fiqh untuk wanita. Untuk olahraga, coba pakai pakaian aktif yang berlapis dan bisa bernapas. Dan jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, persahabatan bisa baik-baik saja asal batasannya jelas.

+5
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku akan mengutamakan apa yang menjaga imanmu tetap stabil. Kalau malam permainan di tempat umum terasa baik dan orang-orang menghargai batasanmu, itu oke. Untuk pakaian, tingkat keketatannya penting buatmu - coba lapisan yang lebih longgar saat berolahraga, kayak vest panjang di atas legging.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar