Diterjemahkan otomatis

hatiku terasa begitu berat

Aku tahu Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk kita, terutama dalam urusan keluarga, tapi jujur saja, aku benar-benar kelelahan. Ibuku tak pernah menunjukkan kasih sayang padaku, bahkan sejak aku kecil, dan saudara lakiku-lah yang selalu dapat semua perhatiannya. Aku terus berusaha untuk sabar dan hormat, tapi itu malah bikin segalanya makin buruk. Tinggal bersama seseorang yang begitu egois dan emosinya naik turun terus ya memang menyiksa. Aku sering menangis, bertanya pada Allah kenapa Dia memberiku ibu seperti ini, dan kenapa dia punya anak sama sekali. Setiap kali aku lihat ibu dan anak perempuan yang akur banget, atau dengar cewek-cewek cerita kalau mereka dekat sama mamanya, aku nggak bisa nahan rasa iri dan mikir kenapa itu nggak bisa jadi aku. Apa salahku sampai harus dapat begini? Sekarang, kami nggak ngomong padahal tinggal satu rumah, dan ini kejadiannya terus-terusan-kami bertengkar setidaknya dua kali sebulan, dan perlahan-lahan itu bikin aku makin limbek. Aku capek banget berusaha sabar. Aku akan maafin dia dalam sekejap kalau dia pernah minta maaf atas semua luka ini, tapi dia terlalu gengsi dan nggak mau berubah, selalu bilang anak-anak harus minta maaf apapun yang terjadi cuma karena dia yang jadi orang tua. Aku sudah bikin banyak doa supaya dia berubah, mulai shalat dan mendekat pada Allah, supaya hatinya jadi lembut, tapi kayaknya nggak ada yang ngaruh. Sambil nulis ini, aku cuma bisa nangis meraung-raung.

+35

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

00 komentar

Belum ada komentar

Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar