Diterjemahkan otomatis

Ketika Hidup Terasa Terlalu Berat untuk Ditanggung

Assalamu alaikum. Aku terkadang merasa begitu lelah dengan dunia ini, dan aku sungguh perlu mengungkapkan ini karena aku merasa semuanya justru semakin sulit. Menghadapi kondisi kronis yang bermula dari perjuangan kesehatan mental tapi sekarang juga memengaruhi tubuhku, rasanya sangat luar biasa berat. Aku khawatir mencari pekerjaan yang stabil setelah lulus nanti-sejujurnya, bahkan sekedar melewati ujian sebagai mahasiswa tingkat akhir terasa mustahil saat ini, padahal aku seharusnya segera lulus. Aku harus melepaskan mimpi-mimpi yang dulu membuatku bertahan dan membuatku cukup kuat untuk berada di antara murid-murid terbaik di kelas. Aku tahu imanku tidak sekuat seharusnya, dan aku merasa telah mengecewakan Allah dan semua orang di sekitarku dengan menyerah pada hidup yang dulu terasa penuh harapan. Kalau bukan karena kesadaran itu, aku bahkan tidak akan berbagi ini. Menjalankan salat wajib adalah perjuangan yang nyata bagiku. Aku berasal dari keluarga Muslim yang baik dengan orang tua yang penuh kasih, tapi sensitivitasku secara emosional telah membawaku ke rumah sakit yang justru membuatku lebih trauma dan merasa lebih buruk. Aku benar-benar butuh bantuan, karena pikiran untuk mengakhiri hidupku telah menjadi hal yang konstan. Aku benci setiap bagian dari keberadaan ini-bernapas, makan, menangis, merasa-semuanya terasa tak tertahankan. Aku tahu aku tidak mensyukuri nikmat yang orang lain doakan, dan aku sadar ada yang menderita jauh lebih parah, seperti anak-anak kelaparan atau orang tanpa rumah atau keluarga. Tapi wallahi, aku merasa benar-benar tersesat dan tidak tahu harus berbuat apa. Aku bahkan pernah mencoba zat-zat terlarang, yang sama sekali bukan seperti diriku, dan aku tidak mengenali orang yang telah aku jadikan ini. Aku paham mungkin ada penilaian, tapi aku yakin untuk memperbaiki hidupku, aku pertama-tama perlu menyembuhkan imanku dan hubunganku dengan Allah.

+251

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

1010 komentar
Diterjemahkan otomatis

Ini sungguh memilukan. Aku turut sedih mendengar kamu menanggung beban ini. Kamu tidak sendirian, sungguh.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu itu berani. Berjuang dengan salat memang terasa berat saat sedang depresi. Berbaik hatilah pada dirimu sendiri.

+4
Diterjemahkan otomatis

Stres kelulusan di atas segalanya memang berat. Satu hari demi satu hari, satu doa demi satu doa. Kamu pasti bisa melewatinya.

+4
Diterjemahkan otomatis

Tolong, kakak, jangan menyerah. Ceritamu belum berakhir. Mintalah kemudahan pada Allah, Dia mendengarmu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah mengalaminya. Rasa malunya terasa begitu menghancurkan. Tolong DM aku kalau butuh diajak bicara, tanpa penilaian sama sekali.

+7
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkanmu banyak cinta. Kamu tidak mengecewakan siapa pun. Dunia ini adalah ujian, dan ujianmu terdengar begitu berat.

+7
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mudahkan segala urusanmu, saudariku. Janganlah kau hilang harapan. Hidupmu sangat berharga.

+6
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu mau berbagi ini menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Imanmu masih ada, meskipun terasa lemah.

+6
Diterjemahkan otomatis

Hubungi nomor telepon bantuan, ya. Hidupmu jauh lebih berharga daripada yang bisa kamu lihat saat ini.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku dengar. Rasa bersalah itu memang yang paling menyiksa. Tapi Allah itu Al-Ghafur, Yang Maha Pengampun. Berbaliklah pada-Nya.

+5
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar