Diterjemahkan otomatis

Mencari Panduan sebagai Mualaf dalam Situasi Sulit

Assalamu'alaikum semuanya, Aku masuk Islam di usia awal dua puluh tahunan setelah bertemu dengan seorang akhwat di kampus. Kami ngobrol lama dan jadi dekat, dan setelah lebih dari setahun, aku memeluk Islam. Sepanjang waktu itu, perasaan kami berkembang dan kami terlibat dalam hubungan yang nggak sejalan dengan agama kita. Aku tau apa yang Allah SWT ajarkan soal menghindari zina dan menjauhi apapun yang mendekatinya. Karena aku masih relatif baru dalam Islam, aku ngerasa sangat bersalah dan udah coba buat bikin batasan, kayak menghindari kontak fisik, tapi kadang aku masih berjuang dan tergelincir. Dulu aku jadi penenang buat dia waktu kami cuma temen aja, dan kami sering bahas nikah. Tapi belakangan ini, kami sering banget bertengkar, dan dia ngomong hal-hal yang bener-bener nyakitin. Aku berdoa sama Allah, berharap semuanya membaik, tapi sekarang aku udah nggak yakin lagi. Pas Ramadan, kami pergi shalat Tarawih dan buka puasa bareng di depan umum, yang malah bikin semuanya makin bingung. Hati aku rasanya terbelah karena aku sayang banget sama dia-aku bersyukur dia yang perkenalkan aku ke Islam (meski aku masuk Islam bukan karena dia)-tapi kata-kata pedas darinya bener-bener melukai aku. Kami punya saat-saat baik dan buruk, bahkan periode di mana kami nggak ngomong sama sekali, dan aku juga pernah melakukan hal-hal yang aku sesali dan terus minta ampunan. Aku terus berdoa supaya Allah memberkati kami dan mengubah hubungan kami jadi sesuatu yang halal, tapi aku percaya kami berdua perlu dapetin kedamaian dalam diri sendiri dan satu sama lain dulu. Aku bakal sangat menghargai dukungan dan nasihat. Aku beneran cinta dan peduli sama dia, tapi usaha aku buat komunikasi kadang malah bikin lebih sakit. Aku cuma berharap kami bisa sembuh dan maju, dan masa laluku sebelum Islam nggak dipakai buat nyerang aku. Aku berdoa buat barakah dan kekuatan dari Allah buat tetap kuat dan menghindari tergelincir lebih jauh ke yang haram. Catatan tambahan: keluargaku nggak dukung Islamku, dan aku harus jauhin orang-orang yang aku kenal sebelumnya. Kalau nikah nggak jadi masa depan kami, aku tau mungkin aku harus mulai dari nol sendiri. Aku juga lagi ngadepin beberapa masalah pribadi dan keluarga dari masa lalu, dan insyaAllah, aku rencana buat cari konseling segera. JazakAllah khair udah dengerin.

+82

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

InsyaAllah segalanya akan membaik. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Perjalananmu unik dan Allah melihat usahamu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Imanmu begitu kuat, masya Allah. Teruslah berdoa kepada Allah, Dia pendengar yang terbaik. Aku mendoakan ketenteramanmu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu sadar batasannya, itu penting sekali. Lindungi hatimu dan keyakinanmu, bahkan jika itu berarti harus mundur sedikit.

+3
Diterjemahkan otomatis

Tetaplah kuat. Kadang kita bertahan pada orang-orang yang tidak baik untuk ketenangan kita. Utamakan hubunganmu dengan Allah, selalu.

0
Diterjemahkan otomatis

Begitu banyak cinta untukmu. Pertimbangkan bicara dengan imam yang dipercaya atau seorang saudari untuk mendapatkan saran, itu sangat membantu. Kamu tidak sendirian.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar