saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah Memakai Hijab Hanya Perjalanan Pribadi?

Salaam alaikum, semuanya. Aku tahu ini mungkin nggak nyaman buat sebagian orang, tapi aku harus bilang aku nggak setuju sama pernyataan 'hijab adalah perjalanan' kalau itu cuma alasan buat nunda-nunda taat sama Allah. Maksudku, setiap ibadah itu punya perjalanannya sendiri karena iman kita selalu berkembang, tapi itu nggak menghapus apa yang Allah perintahkan. Wajar banget kalau ada yang kesulitan-nggak ada yang perlu merasa bersalah karena susah. Tapi di saat yang sama, kita nggak boleh memelintir perintah yang jelas cuma biar lebih enak. Allah berfirman: 'Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka' (QS. Al-Ahzab: 36). Kita bisa paham kalau pakai hijab itu susah buat sebagian saudari sambil tetap jujur bahwa itu wajib. Yang bikin aku khawatir adalah kita terlalu sibuk bikin setiap pesan jadi gampang diterima sampai akhirnya kita melunakkan apa yang Allah jelasin dengan gamblang. Ini bukan soal menghakimi siapa pun-kita semua punya dosa dan kelemahan. Aku cuma pengen ngomongin kebenaran dengan hikmah, jujur, dan hati yang lembut, meskipun itu bukan yang semua orang pengen dengar.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair buat ini. Kita beneran harus berhenti memperhalus perintah Allah cuma biar kita merasa lebih nyaman. Hijab itu fardhu, titik.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Bilang lebih keras buat yang di belakang! Kita butuh lebih banyak saudari sepertimu yang ngomong penuh hikmah tapi tetap pegang teguh yang haqq.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar