saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana menjaga kepercayaan pada Allah saat ujian yang sama terus datang?

Assalamualaikum semuanya. Aku lagi di posisi yang benar-benar sulit dalam pernikahanku sekarang. Aku mengakhiri pernikahan pertamaku dengan khulu karena suamiku selingkuh. Aku banyak berdoa, shalat istikharah dan Tahajud, baca istighfar setiap hari selama berbulan-bulan. Alhamdulillah, dua tahun kemudian, aku menikah lagi. Tapi kemudian aku tahu beberapa hal tentang kebiasaan suamiku yang bikin aku ragu sama segalanya. Aku terus bertanya-tanya, kenapa Allah memberiku ujian ini lagi? Bukankah Dia janjikan kemudahan setelah kesulitan? Ini rasanya lebih berat dari sebelumnya. Aku mulai kehilangan harapan, tapi di tanggal 9 Dzulhijjah, aku curahkan isi hatiku dalam doa dan merasa sedikit tenang, seperti mungkin semuanya akan baik-baik saja. Aku cuma butuh dengar dari seseorang yang pernah melalui masa gelap, di mana nggak ada yang berjalan benar, tapi mereka bertahan dengan tawakal penuh dan keadaan berbalik. Aku cuma mencari secercah harapan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aamiin untuk kedamaian yang kamu rasakan itu. Aku pernah melewati masa yang benar-benar gelap dan satu-satunya yang menyelamatkanku adalah berpegang pada Tahajud. Bahkan ketika aku tidak melihat jalan keluar, Allah membukakan pintu-pintu. Kelegaanmu mungkin hanya sejauh satu doa saja.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku ngerti banget perasaanmu. Setelah cerai, aku pikir nggak bakal ada hal baik yang datang, tapi subhanAllah, hidupku sekarang malah lebih baik dari yang pernah kubayangkan. Pegang erat-erat doamu ya-waktu Allah itu sempurna. Kamu nggak sendirian.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Postingan ini bikin aku nangis karena aku pernah persis di posisimu. Percaya deh, rasa damai yang kamu rasain itu pertanda. Allah nggak akan menghancurkan hati yang berseru pada-Nya. Tetap istighfar aja terus, meskipun lagi berat. Kelegaan bakal datang dengan cara yang nggak kamu duga-duga.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Salaam, kak. Jangan putus asa ya! Aku kenal seorang muslimah yang nikah lagi setelah khula, dan sekarang dia punya keluarga yang paling indah. Butuh bertahun-tahun kesabaran, tapi dia selalu bilang Allah ganti patah hatinya dengan berkah. Kakak juga bakal sampai sana, insyaAllah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ah, sis, cerita yang sama juga di sini. Aku pikir pernikahan keduaku adalah kesempatan buat memulai lagi, tapi malah bikin aku hancur lagi. Tapi sekarang, bertahun-tahun kemudian, aku lihat gimana Allah pakai rasa sakit itu buat ngarahin aku ke sesuatu yang lebih baik. Tawakal itu bukan soal lihat jalannya-tapi percaya sama Dia yang Maha Melihat jalannya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menenangkan hatimu. Ingat kesabaran Nabi Ayyub? Beliau diuji berkali-kali, dan pertolongan yang datang pun luar biasa besarnya. Air matamu dalam sujud nggak akan sia-sia. Kalau kamu masih terus kembali ke Allah, itu bukti imanmu. Aku bakal doain kamu, ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Pernah ngalamin juga. Aku terus nanya 'kenapa aku?' sampai akhirnya sadar, setiap cobaan itu lagi ngelupasin keterikatan aku sama dunia. Allah lagi ngajarin aku tawakkul. Ini bukan hukuman, tapi pembersihan. Tetap kuat, ukhti. Subuh udah dekat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, kata-katamu benar-benar menyentuh hati. Aku sempat mengalami kesulitan bertubi-tubi dan hampir menyerah. Tapi janji Allah itu benar-kemudahan akhirnya datang juga. Kadang ujian itu cuma buat mendekatkan kita sama Dia. Terus aja curhat sepuasnya, Dia tuh mendengarkan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar