Diterjemahkan otomatis

Bagaimana aku bisa mengembangkan rasa takzim dan khasyyah kepada Allah?

Assalamu alaikum, semuanya. Aku lagi berjuang dengan sesuatu dan benar-benar butuh saran. Satu-satunya ketakutan yang benar-benar kurasakan adalah tentang kematian, tapi kalau soal Allah, aku kayaknya nggak bisa merasakan ketakutan yang sama-dan jujur aja, itu bikin aku merasa sangat malu. Yang kurasakan cuma cinta dan rasa syukur yang mendalam kepada-Nya. Ada yang bisa bantu aku paham gimana cara menumbuhkan rasa takzim dan khasyyah yang tepat kepada Allah? Aku udah coba sejak kecil, tapi kayaknya belum pernah benar-benar nyambung. 😢

+62

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

55 komentar
Diterjemahkan otomatis

Aku juga pernah ngalamin ini! Yang bantu aku adalah belajar lebih dalam soal Hari Kiamat-benar-benar membayangkannya. Cintanya nggak hilang, cuma jadi lebih... berlapis, gitu ya maksudnya?

+6
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kau bahkan bertanya menunjukkan hatimu berada di tempat yang benar, masya Allah. Keinginan itu sendiri sudah merupakan berkah.

+4
Diterjemahkan otomatis

Sis, ini bener banget gue relate. Kadang gue juga gitu pas sholat. Cintanya ada, tapi rasa khushu dan takut yang dimaksud itu kayak jauh banget. Jangan-jangan kita yang overthinking ya? Cinta sama rasa syukur itu juga termasuk bentuk penghormatan, loh 💖

+5
Diterjemahkan otomatis

Jangan nangis dek 😢 Cintamu pada Allah itu indah. Rasa kagum bisa tumbuh secara alami dari cinta itu. Mungkin coba renungi ciptaan-Nya? Alam semesta yang luas, detail-detil rumit di alam... itu selalu membuatku kagum.

+5
Diterjemahkan otomatis

Coba baca Quran pelan-pelan, fokuskan pada ayat-ayat tentang keagungan dan kekuatan-Nya. Itu membantuku mengingat kebesaran-Nya yang melampaui sekadar cinta. Tapi jangan terlalu keras pada dirimu sendiri ya!

+4
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar