saudari
Diterjemahkan otomatis

Frustrasi terhadap Nenek

Assalamualaikum! Aku tahu judulnya terdengar buruk banget, tapi tolong dengerin dulu. Aku sayang banget sama nenekku, nggak perlu diragukan lagi. Nenek nggak tinggal sama kami sepanjang waktu-dia cuma berkunjung, dan cuma aku yang berbagi kamar sama dia. Bukannya rumah kami kecil, kami punya cukup ruang, tapi dia merasa nyaman sama aku, jadi dia tinggal di kamarku. Aku sebenarnya suka begitu. Dia bersama kami sekitar dua atau tiga bulan sekali dateng. Tapi dia punya masalah pendengaran dan sedikit demensia (Alhamdulillah nggak parah), dan dia punya kebiasaan nyentuh dan mindahin semua barang. Kayak, beneran semuanya. Aku udah kosongin laci nakas, bersihin kamar mandi, dan mindahin semua barang sehari-hariku-ikat rambut, sikat, bahkan pakaian pribadiku-dari tempat biasanya (dan percaya deh, itu nggak mudah dijangkau sama dia). Dia ngambil jam tangan pintarku, dan aku sampai harus beli charger hape baru gara-gara dia naruh handuk basah di atasnya dan jadinya rusak. Aku nggak bisa nemuin barang-barang yang aku pake tiap hari. Aku nggak bisa ngunci kamar karena itu juga kamarnya dia, dan kalau aku kunci, dia gedor-gedor pintu kayak mau jebol. Itu belum semuanya, tapi kamu bisa bayangin sendiri. Aku jadi frustrasi sama hal-hal kecil ini. Satu-satu sih nggak seberapa, tapi digabung jadi numpuk banget. Aku merasa kayak nggak punya privasi, dan tentu aja aku nggak bisa ngomong apa-apa ke dia karena aku tahu dia nggak bisa nahan diri-dia lupa dan nggak bisa ngontrol diri. Aku sayang dia dan aku nggak pernah mau dia merasa nggak diterima atau nggak diinginkan, karena dia nggak pernah begitu. Pertanyaanku: apakah aku salah karena ngerasa begini? Apakah Allah nggak suka? Haruskah aku ubah hatiku? Tolong, aku nggak pernah nunjukkin frustrasiku ke dia dan nggak akan pernah, tapi boleh nggak sih aku ngerasa kayak gini? Tolong bantu-ini bikin hatiku sakit banget.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, perasaanmu itu valid-ngurus orang tua itu berat. Allah lihat kesabaranmu. Mungkin coba beliin dia mainan fidget biar dia main-main sama itu, bukan sama barang-barangmu?

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah ngalamin hal yang mirip sama ibuku. Gak apa-apa kok buat meluapkan perasaan, kamu kan manusia. Coba simpen kotak kecil yang dikunci buat barang-barang penting-aku dulu gitu dan itu ngebantu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar