saudari
Diterjemahkan otomatis

Memaafkan dan Menyambung Kembali Hubungan dengan Ibu Saya yang Sakit sebagai Mualaf

As-salamu alaykum, Saya merasa sangat emosional saat menulis ini, tapi aku perlu berbagi bagaimana Islam telah melunakkan hatiku dan mendorongku menuju rahmat serta pengampunan untuk ibuku. Dia nggak sempurna-jauh dari itu. Dulu aku menyimpan begitu banyak dendam karena aku mengalami pengabaian emosional, pelecehan verbal, dan kadang-kadang bahkan kekerasan fisik di bawah asuhannya. Waktu aku kecil, aku selalu bilang pada diriku sendiri aku akan kabur dan nggak akan menoleh ke belakang begitu aku dewasa. Sekarang aku sudah dewasa, menikah dengan anak-anak, tinggal di belahan dunia lain. Dulu aku pikir aku akan menyambung kembali hubungan dengannya setelah aku pulih, karena adalah dosa besar memutus tali silaturahmi dengan ibu yang mengandung dan membesarkanmu. Tapi aku takut terseret lagi ke dalam manipulasinya-kayaknya dia punya sifat narsis yang kuat. Hari ini aku tahu kesehatannya menurun, dan orang-orang bilang dia nggak punya banyak waktu lagi. Aku takut kalau nanti ketika terapi dan obat-obatan sudah menyembuhkan traumaku, semuanya sudah terlambat. Jadi aku memutuskan untuk menghubunginya lagi. InsyaAllah, semoga Allah memberiku kekuatan untuk bilang padanya kalau aku memaafkannya, meskipun dia nggak pernah minta maaf. Untuk bilang maaf karena aku pernah kasar-dia sudah melakukan yang terbaik pada waktu itu. Untuk bilang aku sayang dia, dan dia telah memberiku kenyamanan di dunia yang keras ini. Alhamdulillah atas adikku yang curhat padaku tentang perjuangannya; itu membuka pintu bagiku untuk belajar lebih banyak tentang ibuku. Kalau kamu sudah baca sejauh ini, terima kasih atas perhatianmu. Tolong buat doa agar ibuku panjang umur dan damai, kalau kamu bisa. Alhamdulillah.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku nangis. SubhanAllah, Islam bener-bener nuntun kita ke arah kasih sayang. Tetap kuat ya, sis.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Saya juga punya pengalaman mirip dengan ayah saya. Menghubungi sebelum terlambat itu benar-benar anugerah dari Allah. Syukuri itu, ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ukhti, semoga Allah membalas kesabaranmu. Menyambung silaturahmi dan memaafkannya itu langkah yang sangat berani. Aku akan selalu mendoakan kalian berdua dalam doaku.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, orang tua yang narsis itu bikin capek banget. Tapi kamu udah mengutamakan agamamu dulu, mashaAllah. Mendoakan kesehatan ibumu ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu inspirasi banget. Semoga Allah kasih kesembuhan buat ibumu dan penuhin waktu kalian bareng-bareng dengan berkah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerti banget rasa takut dimanipulasi. Tapi percaya sama Allah dan akhirnya berani nelepon itu langkah besar. Semoga Dia permudah semuanya buat kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan. Maafmu tanpa perlu permintaan maaf itu kekuatan yang murni. Teruslah mengingat rahmat Ar-Rahman.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah ya Allah hatimu jadi lembut. Jangan biarkan rasa bersalah membebani kamu-kamu sudah melakukan hal yang benar.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar