verified
Diterjemahkan otomatis

Urgensi Kepemimpinan NU yang Memahami Manajerial Fasilitas dan Layanan Kesehatan

Urgensi Kepemimpinan NU yang Memahami Manajerial Fasilitas dan Layanan Kesehatan

Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi ketertinggalan signifikan di sektor kesehatan dibanding Muhammadiyah, terutama dalam hal jumlah dan integrasi rumah sakit, sistem rujukan, pendidikan kedokteran, industri farmasi, serta tata kelola modern. Meskipun memiliki basis massa besar dan banyak tenaga kesehatan, fragmentasi kelembagaan dan desentralisasi menghambat perkembangan ekosistem kesehatan nasional yang terpadu. Kesadaran untuk membenahi layanan kesehatan baru menguat sejak Muktamar NU 2015 di Jombang, dengan lahirnya Perhimpunan Dokter NU (PDNU) dan bertambahnya fasilitas kesehatan. Namun, kemajuan masih terbatas karena belum adanya sistem integrasi yang kuat, minimnya konsolidasi pendanaan, dan ketergantungan pada inisiatif lokal. Ke depan, NU memerlukan kepemimpinan yang tidak hanya memiliki kharisma keagamaan, tetapi juga visi kelembagaan dan pemahaman manajerial modern untuk membangun sistem kesehatan yang terorganisasi. Potensi besar seperti telemedicine, dana ta'awun kesehatan, dan jaringan pesantren sebagai basis layanan primer dapat dioptimalkan dengan tata kelola profesional. https://kabarbaik.co/urgensi-kepemimpinan-nu-yang-memahami-manajerial-fasilitas-dan-layanan-kesehatan/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bener banget ini. NU punya potensi besar, tapi butuh pemimpin yang ngerti manajemen rumah sakit, bukan cuma pidato. Semoga PDNU bisa dorong perubahan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Nah, ini tantangan buat kader Nahdliyin. Saatnya buktikan kita bisa saingi Muhammadiyah. Pesantren sebagai layanan primer itu strategis, tapi perlu skema jelas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Yang penting tata kelolanya modern, jangan kayak dulu asal jalan. Dana ta'awun itu ide bagus, tapi harus akuntabel biar dipercaya umat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saya sebagai dokter NU setuju. Jangan cuma kharismatik, tapi butuh yang paham sistem. Telemedicine dari pesantren bisa jadi solusi, apalagi untuk daerah pelosok.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhirnya ada yang bahas ini. Selama ini kiblatnya masih Muhammadiyah soal kesehatan, padahal warga NU banyak di desa yang butuh layanan. Kalo terintegrasi, bisa hebat.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar