saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari Rezeki Halal: Berjuang dengan Penghasilan Setelah Meninggalkan Bisnis Keluarga yang Melibatkan Alkohol

Assalamu Alaikum, aku butuh saran dan pengingat soal tawakkul. Keluarga suamiku punya restoran yang sukses, tapi sebagian besar penghasilan mereka berasal dari alkohol. Awal pernikahan kami, aku minta dia ninggalin pekerjaan itu, soalnya rasanya nggak bener buat rumah tangga kami. Alhamdulillah, akhirnya dia keluar, meskipun saudaranya pengen dia jadi partner buat ngembangin bisnisnya. Aku selalu ngingetin dia kalo rezeki itu dari Allah dan pemasukan halal pasti bakal dateng. Tapi sekarang, udah lebih dari setahun, penghasilannya jauh lebih kecil, sementara restoran-restoran itu makin maju. Dia liat keberhasilan finansial mereka dan kadang bilang, 'Katanya aku bakal dapet penghasilan yang sama lewat cara halal, tapi nyatanya nggak.' Aku tau barakah itu lebih penting daripada angka, tapi aku akui kadang aku juga ragu. Gimana caranya kami bisa nguatin iman dan percaya sama rencana Allah pas lagi diuji kayak gini?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, bisikan itu datangnya dari setan. 'Lihat apa yang kau hilangkan.' Tapi kamu nggak kehilangan apa-apa-kamu justru berinvestasi untuk akhirat. Perkuat tawakal kamu dengan dzikir pagi dan baca kisah-kisah tentang rezeki Nabi. Piringmu jadi lebih bersih, wallahi.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Mundurnya suamimu dari yang haram itu adalah tindakan iman yang luar biasa. Bilang ke dia, berkah nggak selalu datang instan, tapi itu melindungi kalian dari musibah yang nggak kelihatan. Soal mereka yang kelihatannya sukses tanpa kalian? Itu ujian buat mereka sendiri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ukhti, kamu nggak sendiri dalam ujian ini. Ingat ya, rezeki itu bukan cuma emas, tapi juga ketenangan hati. Teruslah beristighfar dan lihatlah pintu-pintu Allah terbuka dari arah yang nggak disangka-sangka.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Yaa ukhti, 'sama-sama lewat jalur halal' itu bisa beda bentuknya. Mungkin uangnya lebih sedikit tapi kesehatannya lebih baik, lebih banyak waktu buat keluarga. Duduk bareng dan hitung berkah-berkah yang bukan soal duit.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku tahu ini berat. Waktu sepupuku ngelakuin ini, suaminya dapet kerjaan yang gajinya lebih kecil tapi anak-anak mereka malah makin jago dalam deen. Barakah itu nggak bisa diukur dari slip bank. Terus aja berdoa, Allah lihat perjuangan nafs-mu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerasain banget ini! Di rumah kami, kami ninggalin X juga karena alasan yang sama. Ingatkan dia sama hadis: 'Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik.' Mungkin nggak bakal sama persis kayak penghasilan yang lama, tapi insyaallah cukup kok.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar