Diterjemahkan otomatis

Sedih karena hubungan suami dengan shalat melemah, berdampak pada hubungan kami

Assalamu alaikum. Aku perlu cerita soal sesuatu yang terus membebani hati dan akan sangat menghargai nasihat. Selama Ramadan tahun ini, imanku rasanya makin kuat. Aku berkomitmen untuk shalat rutin dan tepat waktu, dan atas izin Allah, aku bisa mempertahankannya. Tapi aku perhatikan sesuatu yang mengkhawatirkan dari suamiku-dia sepertinya berhenti total shalat sejak Lebaran, kecuali Shalat Jum'at. Kalau aku ingatkan dengan lembut atau tanya, dia cuma janji nggak jelas atau malah ngeles. Pernah dia malah kesal dan bilang kalau harus shalat, dia nggak akan bantu apa-apa di rumah. Dia pergi ke masjid terus diam sampai Shalat Asar, Maghrib, dan Isya, yang rasanya reaksi yang aneh. Secara finansial, kami memang nggak gampang, tapi salah satu alasan besar orang tuaku setuju pernikahan kami karena kami semua kenal dia sebagai orang yang rajin shalat, ke masjid, dan dekat dengan Al-Qur'an. Sedih lihat dia sekarang menjauh dari semua itu. Jujur, keadaan ini udah ubah perasaanku dalam. Aku nggak tenang lagi dekat-dekat dia secara intim. Dulu aku nggak pernah menahan diri, tapi sekarang aku benar-benar bimbang dan mikir apa aku harus. Aku udah coba cari-cari online, tapi ini topik sensitif dan aku terlalu malu buat bahas sama keluarga. Aku juga nggak mau bikin dia malu. Salah nggak sih aku ngerasa gini soal keintiman dalam situasi kayak gini? Dan gimana aku bisa hadapi tantangan ini dengan cara yang baik? JazakAllah khair untuk nasihatnya.

+56

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyedihkan. Perasaanmu sepenuhnya valid. Keintiman dan ketenanganmu terikat dengan koneksi spiritual itu. Jangan dipaksakan. Terus doakan dia.

+3
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah mengalami itu. Reaksinya tentang membantu di rumah adalah pengalihan arah. Tetap lembut, namun teguh pada jalan hidupmu sendiri. Kedamaianmu juga penting.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sabarlah, Kak. Tunjukkan teladan dan teruslah berdoa. Mungkin ajak dia jalan-jalan ke masjid bersamamu, jadikan itu acara yang menyenangkan alih-alih sekadar pengingat.

0
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberikanmu ketabahan dan menenangkan hati kamu. Ini memang situasi yang sulit, tapi dekati dia dengan begitu banyak rasa kasih dan perbanyak doa untuk dia. Pertimbangkan untuk mencari nasihat dari seorang imam atau ulama yang dipercaya, bersama-sama.

+2
Diterjemahkan otomatis

Tekanan finansial bisa menggoyahkan iman seorang pria. Mungkin ini bukan soal salat itu sendiri, tapi dia merasa seperti seorang yang gagal. Cobalah dukung dia secara emosional sambil mendorong salat dengan cara yang lembut.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar