Lebih Merasa Takut daripada Cinta kepada Allah dan Berjuang dengan Hal Itu
Aku akhir-akhir ini benar-benar stres memikirkan kesalahan-kesalahan dalam shalatku-rasanya aku yakin aku tidak pantas mendapat rahmat-Nya, padahal aku tahu itu pola pikir yang salah. Memang situasi yang sulit. Baru tadi, saat berbuka puasa, aku bertanya kepada orangtuaku tentang beberapa kesalahan yang kulakukan saat shalat, dan adikku menyadari bahwa sepertinya aku shalat lebih karena takut daripada cinta kepada Allah. Jujur, aku tidak yakin bagaimana mengubahnya. Bertahun-tahun aku menjauh dari Islam, bahkan berbohong tentang shalat dan puasa. Sekarang aku sudah kembali sekitar delapan bulan, dan aku masih berusaha memahami dasar-dasarnya. Baru-baru ini aku menyadari betapa banyak kesalahan yang dulu kulakukan dalam shalat, dan pikiran dianggap munafik atau tidak pantas mendapatkan cinta Allah itu sangat menakutkan. Melelahkan sekali-aku selalu takut melakukan kesalahan, sampai-sampai kadang membuatku menunda-nunda ibadah. Bahkan malam-malam terakhir Ramadan ini pun jadi perjuangan. Aku berhasil shalat Isya dan melakukan beberapa rakaat sunah, lalu berdoa dengan tulus dan berzikir, tapi begitu pagi datang, aku hanya merasa hampa. Aku tidak tahu apakah ini ujian dari Allah atau aku memang lemah dan tidak layak ditunjuki. Aku benar-benar ingin tumbuh dalam rasa cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad, saw. Aku mencoba membaca lebih banyak tentang beliau dan mengikuti sunnah, tapi rasanya tidak ada yang 'klik' saat kulakukan. Ada apa denganku? Aku takut kalau aku tidak layak ditunjuki oleh Allah.