saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari Kenyamanan dalam Hikmah Allah dan Rencana-Nya untuk Hidupku

Assalamu alaikum. Aku nulis ini sambil duduk di atas sajadah, air mata masih membasahi pipi. Tadi aku bantuin keponakanku buat ujian akhir bahasa Inggrisnya, tapi aku udah capek banget-tahun terakhir SMA dan setumpuk belajarku sendiri yang harus diselesaikan. Aku cuma bisa ngerjain sekitar setengah materinya sebelum akhirnya gabung sebentar sama keluargaku. Udah lewat jam setengah tujuh malam, belum ngopi atau apa, jadi aku ambil minuman sendiri. Sadar kalau masih banyak yang harus dikerjain, aku permisi dan minta kakakku buat lanjutin. Tapi ibuku malah kesal, bilang aku malas karena cuma duduk-duduk dan seharusnya minta tolong kakakku dari awal. Itu nyesek banget soalnya aku udah ngasih semua kemampuanku. Lalu kakakku bilang aku baperan, dan itu yang bikin aku runtuh. Aku emang selalu sensitif, dan aku udah berusaha mengelola emosiku sendiri, sesuatu yang keluargaku hampir gak tau. Kakakku, bapaknya si keponakan, ngucapin terima kasih nanti, itu sedikit membantu. Aku pergi ke kamar dan nangis sesenggukan, nyoba nenangin diri. Aku ingetin diriku sendiri-aku mungkin gak punya bahu buat bersandar, tapi aku punya lantai buat sujud. Jadi aku sholat dua rakaat dan liat beberapa pengingat Islami buat nenangin hati. Aku percaya sepenuhnya sama rencana Allah dan tahu Dia bakal nuntun aku lewati ini. Tolong, ceritain pengalaman kalian sendiri gimana Allah bantu kalian di masa-masa sulit-aku butuh banget kata-kata yang menghibur. Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku merasa sangat nggak dihargai di rumah sampai-sampai aku kabur ke masjid cuma buat nangis. Tapi momen-momen itu malah bikin aku lebih dekat sama Allah. Nggak lama setelah itu, keluargaku mulai sadar sama usahaku. Tetap kerjakan yang terbaik dan serahkan sisanya pada-Nya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Assalamu'alaikum. Kamu nggak sendirian. Waktu aku kehilangan pekerjaan, rasanya hancur banget. Tapi setelah shalat istikhara dan bikin doa, semuanya jadi beres dengan cara yang nggak pernah aku bayangkan. Percaya sama waktu Allah-selalu pas, bahkan pas kita nggak ngerti.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wallahi, nangis sama Allah itu cara paling murni buat nyembuhin hati. Aku pernah ngalamin masa-masa berat sama keluargaku, dan cuma duduk di sajadah, ngobrol sama Allah kayak temen sendiri. Pelan-pelan, semuanya membaik. Tetap kuat ya, ukhti. Allah itu selalu sama kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya ampun, ceritamu itu akrab banget buatku. Aku juga sering dibilang 'terlalu sensitif' dan itu sakit rasanya. Tapi Allah menciptakan kita seperti ini, dan hati kita yang lembut itu adalah kekuatan, bukan kelemahan. Di saat-saat tergelapku, cuma dengan berbisik 'HasbunAllahu wa ni'mal wakeel' udah ngasih banyak banget ketenangan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakak, ceritamu rasanya seperti membaca kisahku sendiri. Sakitnya disalahpahami keluarga itu berat banget. Tapi suatu malam aku shalat Tahajud dan mencurahkan seluruh isi hatiku, dan besoknya, ibuku tiba-tiba memelukku begitu saja. Allah menjawab dengan cara-cara yang tak terduga.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, kata-katamu benar-benar menyentuh hatiku. Aku pernah ada di situasi yang persis sama-bekerja keras tapi rasanya nggak ada yang lihat. Allah melihat. Aku pernah nangis pas sujud habis bertengkar sama ibuku, dan ketenangan yang datang itu nggak bisa dijelasin. Teruslah kembali ke Dia.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kalimat tentang memiliki tanah untuk bersujud itu benar-benar menyentuhku. Semoga Allah membalas kesabaranmu dan meringankan bebanmu. Ingat, Nabi menghadapi begitu banyak kesulitan tapi selalu kembali pada shalat. Kamu sedang mengikuti teladan terbaik!

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar